PUBLIKKALTIM.COM – Prabowo Subianto bertekad mengangkat Pencak Silat ke tingkat dunia sebagai salah satu cabang olahraga di Olimpiade.
Menteri Pertahanan (Menhan) ini terpilih kembali menjadi Ketua PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia) untuk kedua kalinya.
Keputusan didapat berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) XV di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Munas XV PB IPSI diikuti 34 pengurus provinsi dan unsur perguruan.
Diantaranya persaudaraan Setia Hati, Persaudaraan Setia Hati Terate, Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri, Perguruan Silat Nasional Perisai Putih, dan Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Kemudian, Phashadja Mataram, Perguruan Pencak Indonesia Harimurti, Persatuan Pencak Silat Indonesia, Persatuan Pencak Silat Putra Betawi, Keluarga Pencak Silat Nusantara, Satria Muda Indonesia, Betako Merpati Putih, Tetada Kalimasada, Perguruan Silat Tenaga Dasar, Persinas ASAD, dan Pagar Nusa.
Melihat perjalanannya, Prabowo Subianto menjadi pengurus organisasi cabang olahraga (cabor) pencak silat itu sejak 36 tahun silam, dari jabatan wakil ketua umum.
Prabowo Subianto mengaku pencak silat bukan semata olahraga dan seni bela diri, melainkan warisan budaya leluhur bangsa.
Itu sebabnya, ia menekankan pentingnya melestarikan dan mempertahankan eksistensi pencak silat.
“Kita ingin membawa pencak silat ke Olimpiade. Untuk itu, kita sangat butuh dukungan dari seluruh pihak. Sedikit demi sedikit, pencak silat dilirik, digandrungi, dan dipelajari bangsa lain,” ujar Prabowo dikutip dari cnbcindonesia.com.
“Mengurus pencak silat tidak sekadar mengurus olahraga, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa ini,” lanjutnya.
Di sisi lain, Munas XV PB IPSI juga menghasilkan program prioritas berupa mengantar pencak silat agar diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC) dengan Program Road to Olympic.
Harapannya, pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade. (*)