Kecelakaan Tragis Akibat Tersenggol Truk Tangki, Dua Tewas di Dekat Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

oleh -78 views
oleh
Polisi saat menggelar olah TKP di tempat kejadian kecelakaan Jalan Juanda, Samarinda, Selasa (17/2/2026)/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Juanda, Samarinda, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

Insiden yang melibatkan truk tangki dan sepeda motor itu menewaskan dua orang di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda dan sempat membuat warga sekitar panik setelah mendengar suara benturan keras.

Petugas Satlantas Polresta Samarinda langsung mendatangi lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat.

Polisi mengevakuasi korban dan mengamankan kendaraan yang terlibat untuk kepentingan penyelidikan.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat proses evakuasi, namun petugas segera melakukan pengaturan agar kemacetan tidak meluas.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, La Ode Prasetyo, membenarkan kecelakaan tersebut.

Ia menyebut truk tangki bernomor polisi B 9854 PFU dan sepeda motor KT 4871 BBA terlibat dalam insiden itu.

“Pengendara dan penumpang sepeda motor terjatuh lalu masuk ke kolong truk dan terlindas roda belakang kiri,” ujar La Ode saat memberikan keterangan.

Kronologi Upaya Mendahului Berujung Tragis

La Ode menjelaskan, truk tangki melaju dari arah Simpang Air Hitam menuju Simpang Air Putih.

Saat tiba di lokasi kejadian, sopir truk mengambil lajur kanan untuk mendahului sepeda motor yang berada di depannya.

Namun, sopir diduga tidak memiliki ruang gerak yang cukup saat menyalip.

Bagian sisi kiri truk kemudian menyenggol setang kanan sepeda motor.

Benturan itu membuat pengendara kehilangan kendali dan terjatuh bersama penumpangnya.

Keduanya terjatuh ke sisi kanan jalan dan masuk ke kolong truk.

BERITA LAINNYA :  Turunkan Angka Stunting, Samarinda Lakukan Gerakan Penambahan Hari Buka Posyandu

Dalam hitungan detik, roda belakang kiri truk melindas tubuh korban.

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa keduanya tidak tertolong.

Identitas Korban dan Proses Penyelidikan

Polisi mengidentifikasi pengendara sepeda motor berinisial SDN (17) dan penumpangnya berinisial M (47).

Keduanya meninggal dunia di tempat akibat luka berat. Petugas membawa jenazah ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, sopir truk berinisial RS (48), warga Kotabaru, Kalimantan Selatan, selamat dan dalam kondisi sadar.

Polisi langsung mengamankan RS untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menyatakan kondisi truk dalam keadaan standar.

Sistem pengereman dan ban berfungsi normal, serta dokumen kendaraan lengkap, termasuk SIM BII Umum milik sopir yang masih berlaku.

Sepeda motor korban juga dilengkapi STNK, namun polisi menemukan bahwa pengendara tidak memiliki SIM C.

Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan unsur kelalaian saat proses mendahului.

Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp5 juta.

La Ode mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas.

Ia meminta pengemudi kendaraan besar memastikan kondisi aman sebelum mendahului kendaraan lain guna mencegah kecelakaan serupa. (*)

1.068 Tayangan