Mall di Samarinda Mulai Ramai Pengunjung, Ini Komentar Dinkes Samarinda Ismed Kusasih

oleh -6.178 views
Ilustrasi aktifitas produktif/HO

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Jelang hari raya Idul Fitri mal di Samarinda mulai ramai.

Sebagaimana diketahui, virus Covid-19 atau corona sangat rentan tersebar melalui pusat kerumunan banyak orang.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Ismed Kusasih mengaku kesulitan mengatasi sejumlah pemasalahan dari akibat corona. Mengenai mal ramai pengunjung, ia hanya mengatakan yang perlu dicatat bahwa di Samarinda belum memasuki transmisi lokal sehingga tingkat kerentanan penyebaran jauh lebih rendah.

“Ya, saya kira itu susah yah. Kita tidak hanya bicara Samarinda aja tapi seluruh Indonesia mal itu ramai. Tapi perlu catatan karena di Samarinda belum transmisi lokal resikonya jauh lebih rendah. Bukan berarti terlepas risiko. Risiko itu tetap ada,” kata Ismed Kusasih saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2020).

Selain itu, Ismed Kusasih menyebutkan karena di Samarinda tidak ditetapkan sebagai pembatasan sosial berskala besar atau PSBB sehingga mal tidak dilarang buka. Berbeda halnya dengan daerah yang menerapkan kebijakan PSBB.

Walaupun demikian, Ismed Kusasih tetap mengimbau perihal pentingnya masyarakat menjalankan physical distancing.

“Dan sekarang kami mengikuti dari pusat, kan memang tidak ada melarang dan berdamai dengan corona, cuma kita menafsirkan lagi berdamai dengan corona itu. Jadi kami ikut saja. Artinya kecuali PSBB mall itu dilarang (buka), kalau kita kan tidak PSBB,” ungkapnya.

“Jadi, bahwa bagaimanapun kerumunan itu harus dihindari tetap physical distancing. Kami juga serahkan ke masing-masing pengelola mal melalui imbauan harus diperketat pada saat orang masuk mall,” tambahnya.

Dijelaskan bahwa kota Samarinda juga sudah melewati situasi pandemi.  Dengan demikian, Ismed mengatakan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan masih dapat dikendalikan mudah.

“Karena kita sudah lewat dari puncak pandemic jauh lebih terukur. Apapun keputusan dari pusat berdamai dengan corona kita jauh lebih mudah. Artinya kami bisa mengendalikan. Misalnya, daerah Banjarmasin disuruh berdamai dengan corona, itu tidak mungkin,” pungkasnya.(*)