Pengusaha SPBU di Samarinda Diduga Lakukan Praktek Hitam, Anggota Dewan: Kalau Terbukti Harus Ada Sanksi Tegas

oleh -
Celni Pita Sari/IG @celni_pita_sari

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda, Celni Pita Sari buka suara terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Samarinda.

Diketahui, akhir-akhir ini, BBM jenis Solar menjadi komoditi yang langka di Kota Tepian.

Akibatnya, antrean kendaraan besar di sejumlah SPBU pun tidak terhindarkan akibat kelangkaan Solar tersebut.

Celni Pita Sari mengkritik keras peristiwa ini.

“Laporan Pertamina katanya kuota sesuai dan cukup sampi akhir tahun, tapi kenapa belakangan jadi langka. Ada yang bermain ini,” ujar Celni Pita Sari.

Menindaklanjuti hal itu, Komisi III DPRD Samarinda bergerak cepat dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Samarinda.

“Kami terima info ada pengusaha SPBU yang melakukan praktek hitam, curang, menyediakan slot khusus untuk antrian pengetap solar bersubsidi,” katanya

“Kalau terbukti ya harus ada sanksi tegas, kalau perlu cabut ijinnya. Kasihan masyarakat yang jadi korban. Mereka yang harusnya menikmati solar bersubsidi, malah dinikmati oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab,” lanjutnya.

BERITA LAINNYA :  Gelar Demo di Simpang 3 Fly Over Jalan APT. Pranoto, Gerakan Rakyat Bersatu Tuntut 7 Poin Ini

Celni juga meminta Pertamina melakukan evaluasi kepada para pekerjanya karena terindikasi turut serta dalam praktek curang jual beli solar bersubsidi.

“Pertamina juga jangan tutup mata, evaluasi pekerjanya. Laporan yang kami terima ada dugaan keterlibatan pegawai Pertamina dalam kasus ini. jelasnya.

“Laporan ini akan kami dalami, jangan lagi masyarakat yang dikorbankan demi keuntungan sejumlah golongan,” pungkasnya. (Advertorial)