Setelah Masa Reses, Komisi II DPRD Samarinda Akan Evaluasi Kerja Varia Niaga Terkait Peningkatan PAD di Sektor Parkir

oleh -
Anggota Komisi II DPRD Samarinda Novi Marinda Putri akan segera melakukan evaluasi terhadap kerja Varia Niaga khususnya di sektor parkir non tunai. (IST)

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Kinerja perusahaan daerah (Perusda) Varia Niaga di sektor parkir kembali mendapat sorotan dari Komisi II DPRD Samarinda.

Terlebih dengan adanya kerja sama antar Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dengan Varia Niaga sejak Juli lalu, khususnya terkait uji coba pembayaran parkir non tunai.

Dalam perjanjian kerja itu, Varia Niaga berperan sebagai pihak penyedia alat transaksi non tunai yang akan diberikan kepada setiap juru parkir resmi dari Dishub Samarinda.

Tapi dalam pelaksanaannya di tiga ruas jalan, yakni Jalan KH Khalid, Jalan Panglima Batur dan Jalan Pangeran Diponegoro banyak jukir yang ditemukan tanpa memegang alat tersebut.

“Masih banyak (Jukir tanpa alat non tunai) yang kita temukan. Apakah harus diminta dulu baru mesin edisinya dikeluarkan. Terus kalau engga diminta, alatnya engga dikeluarkan. Begitu,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Samarinda Novi Marinda Putri, Senin (19/9/2022).

Lambannya kinerja Varia Niaga mendistribusikan alat parkir non tunai, serta minimnya langkah sosialisasi diharapkan Novi bisa menjadi PR serius yang harus dibenahi.

BERITA LAINNYA :  Masuk Musim Kemarau, Ini yang Dilakukan Polresta Samarinda untuk Antisipasi Kebakaran Hutan

Sebab menurutnya, dalam pelaksanaan parkir non tunai saat ini masih belum banyak diketahui masyarakat Kota Tepian.

“Manfaatkanlah teknologi yang ada saat ini, kalau cuma di lapangan saja tidak akan cukup. Apalagi sasarannya cuma tiga titik jalan,” jelasnya.

Beberapa poin kelambanan Varia Niaga itu nantinya akan ditindaklanjuti Novi selaku legislatif dengan melakukan evaluasi kerja.

“Kami berencana setelah reses akan kami gelar dengar pendapat,” terangnya.

Sebagai fungsi kontrol, Novi pun berharap agar Varia Niaga mampu meningkatkan kinerja mereka. Khususnya di sektor parkir hingga berujung dengan meningkatnya PAD Samarinda.

“Tentunya pendapatan harus lebih meningkat lagi. Kalau hasilnya lebih turun atau sama saja kan percuma,” tutupnya. (Advertorial)