Tahun 2024, Selama 7 Bulan Indonesia Memiliki 2 Presiden

oleh -
Ilustrasi Pilpres 2024/sindonews.com

PUBLIKKALTIM.COM – Jarak waktu dari pengumuman hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2024 hingga pelantikan tergolong lama yakni 7 bulan.

Hal itu mendapat sorotan dari cendekiawan muslim Azyumardi Azra.

Ia menyebut presiden yang sedang menjabat atau presiden lama tidak lagi bisa mengeluarkan kebijakan yang efektif karena telah ada presiden baru.

“Presiden yang sedang menjabat tak bisa lagi mengeluarkan kebijakan yang efektif dan strategis, karena sudah ada presiden dan wakil presiden baru, meskipun belum dilantik,” ujar Azyumardi seperti dikutip Antara, Sabtu (25/6).

Diketahui, berdasarkan jadwal yang diluncurkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), hasil real count atau penghitungan Pilpres akan diumumkan pada 20 Maret 2024.

Sedangkan pelantikan presiden baru dilakukan lebih dari setengah tahun kemudian pada 20 Oktober 2024.

Pada 20 Maret, data penghitungan tersebut sudah memberitahukan siapa presiden terpilih, sehingga ada masa 7 bulan Indonesia memiliki 2 presiden yaitu presiden yang sedang menjabat dan presiden terpilih hasil Pilpres 2024.

BERITA LAINNYA :  Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Pria yang Tenggelam di Sungai Mahakam, Identitas Korban Terungkap

Selain tidak bisa mengeluarkan kebijakan efektif dan strategis, sistem ini akan semakin memperkuat legitimasi presiden hasil pilpres sekaligus membuat presiden lama semakin menjadi bebek lumpuh jika ada gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan menguatkan hasil Pilpres 2024.

Azyumardi menyadari hal ini cukup sulit diubah.

Namun ia berharap anggota parlemen baru hasil Pemilu 2024 nanti perlu memikirkan hal tersebut.

“Semoga para anggota Parlemen hasil Pileg 2024 nantinya akan memperbaiki hal ini, agar praktik demokrasi kita semakin membaik,” pungkasnya. (*)