Urai Kemacetan di Samarinda, Pemkot Diminta Berlakukan Batasan Jam Operasional untuk Truk Besar

oleh -
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Markaca

PUBLIKKALTIM.COM – Dewan Samarinda menyoroti soal batasan jam operasional untuk truk besar.

Ketua Pansus III DPRD Samarinda, Markaca mengatakan mobil-mobil besar dilarang masuk ke kota pada siang hari.

“Kita ingin membuat Perda, bahwa mobil-mobil yang besar itu diatur, jangan siang-siang sudah di kota,” ujar Markaca.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, saat ini jumlah kendaraan di Kota Tepian semakin bertambah sementara tidak ada penambahan jalan.

Bahkan, katanya, untuk perbaikan jalan pemerintah masih kesulitan anggaran.

Bukan hanya itu, ia juga menyebut hal tersebut bisa menimbulkan kemacetan.

Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah harus menetapkan jam operasional untuk mobil besar.

“Jadi ini perlu disikapi dan disiasati untuk mengurai kemacetan, bahwa yang mobil-mobil besar nanti kita berharap sudah ada jamnya,” pungkasnya.

Hal ini nantinya akan direkomendasikan Pansus III kepada Pemkot atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang akan menangani ini.

BERITA LAINNYA :  Usai Audiensi, DPRD Samarinda Berharap Para Siswa Dapat Amalkan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Sehingga akan dibuat dasar hukumnya, dimana nantinya truk besar hanya bisa beroperasi di jam malam.

Diketahui beberapa saat yang lalu Pansus III DPTD Samarinda melakukan studi banding ke beberapa daerah terkait dengan pemanfaatan jalan.

Itu dilakukan untuk mencari referensi bagaimana pemanfaatan jalan idealnya pemanfaatan jalan di Samarinda.

“Kita memberi masukan kepada Pemkot Samarinda dan OPD, terkait harapan kita kedepannya supaya bisa maju, bisa meniru yang begitu,” pungkasnya. (Advertorial)