PUBLIKKALTIM.COM – Berita Mancanegara yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang penemuan spesies jamur baru yang diberi nama Quarantenae alias Karantina.
Sekelompok ilmuwan sedang menemukan sebuah Judul Berita Menarik, ditemukan dimusim korona benda ini diberi nama karantina.
ini adalah penemuan pertama kalinya dimasa pandemi COViD-19.
Sehingga para ilmuwan ini kehabisan ide saat harus menamai temuan terbaru mereka di masa pandemi.
Alhasil, ketika mereka menemukan spesies jamur baru, mereka menamainya ‘Quarantenae’ alias Karantina.
Temuan spesies jamur ini dipublikasikan di jurnal ilmiah MycoKeys.
Jenis jamur baru tersebut dideskripsikan sebagai Laboulbenia quarantenae, untuk menandai bahwa spesies istimewa ini ditemukan di masa pandemi COVID-19.
Menggunakan lembaran putih yang diterangi sejumlah cahaya buatan di malam hari, tim ahli entomologi melakukan studi komprehensif terhadap artropoda untuk mencari tanda-tanda spesies jamur baru di Belgia dan Belanda.
Dikutip dari IFL Science, Laboulbenia quarantenae adalah salah satu dari dua spesies jamur baru yang ditemukan, dan diketahui tumbuh secara eksternal di tubuh Bembidion biguttatum, sejenis kumbang penghuni tanah.
Jamur ini dianggap sangat langka dibandingkan dengan sepupunya yang lebih umum, Laboulbenia vulgaris.
Laboulbeniales tumbuh dengan cara tak biasa dibandingkan dengan kebanyakan jamur yang tumbuh dengan hifa (struktur jamur) atau miselium seperti benang bercabang.
Spesies ini menumbuhkan satu thallus tiga dimensi yang terdiri dari ribuan sel yang menempel pada organisme inang.
Spesies baru lainnya yang ditemukan oleh tim peneliti ini adalah Hesperomyces halyziae, jamur baru yang berbeda dari L quarantenae dalam menghasilkan haustorium, hasil hifanya menembus bagian luar inang arthropoda.
Adaptasi ini memberi mereka akses ke rongga tubuh inang dan cairan peredaran darah yang dikandungnya, meningkatkan luas permukaan tempat mereka mencuri nutrisi dan mengencangkan cengkeraman mereka pada inang mereka.
Penulis penelitian ini menyatakan bahwa arthropoda dan jamur yang menungganginya adalah contoh dari “perlombaan senjata evolusioner” yang ada di antara parasit dan inang mereka, karena masing-masing harus mengembangkan pertahanan baru agar tetap selangkah lebih bertahan hidup. (*)
Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul ” Ditemukan Spesies Jamur Baru, Namanya Karantina” https://inet.detik.com/science/d-5125789/ditemukan-spesies-jamur-baru-namanya-karantina