Gelar Silaturahmi dengan Jurnalis se Kota Tepian, Andi Harun Beberkan Beberapa Skema Bantu Perekonomian Masyarakat 

oleh -88 views
oleh
Wali Kota Andi Harun saat diwawancara awak media

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar acara silaturahmi dengan jurnalis se- Kota Tepian, Rabu (14/9/2022).

Kegiatan itu digelar di Anjungan Karamumus Balai Kota Samarinda.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Andi Harun menyinggung soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah pusat pada Sabu (3/9/2022) kemarin.

Pemkot Samarinda merespon kenaikan harga BBM itu dengan membantu perekonomian masyarakat terdampak dengan mengalokasikan anggaran hingga Rp 29 miliar lebih.

“Sesuai arahan presiden, kita cepat merespon agar Samarinda siap dalam implementasi kenaikan BBM,” kata Wali Kota Samarinda, Andi Harun dihadapan awak media Rabu (14/9/2022).

Respon cepat tersebut, kata AH, dilakukan dalam beberapa skema.

Pertama, melakukan kebijakan rasional dengan mengalokasi 2 persen anggaran dari Daba Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang bersumber dari APBD Kota Tepian.

“Kalau penggunaannya dibagi tiga, bantuan sosial, bantuan tunai dan bantuan subsidi transportasi. Juga berupa bantuan cipta lapangan kerja. Saya sudah sampaikan saat rapat kerja di Balaikota beberapa waktu terakhir,” tambah AH.

BERITA LAINNYA :  DPRD Samarinda Imbau Pelaku Usaha Taati Aturan Soal Penutupan THM Selama Ramadan

Dalam penyalurannya, pertama Pemkot Samarinda akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16,5 miliar lebih dalam Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam pagu APBD Perubahan 2022.

“Formulasinya kami akan sampaikan dilain waktu yang jelas dalam bentuk bantuan sosial. Dalam itu juga akan ada pembangunan infrastruktur skala kecil,” terangnya.

Lanjut orang nomor satu di Samarinda itu selama kenaikan BBM, sejatinya sejumlah harga kebutuhan pokok masih cukup terkendali.

“Kita bersyukur di Samarinda harga masih stabil kecuali telur dan itu hanya sedikit (kenaikannya), bahkan hanya terjadi di salah satu pasar. Artinya kalau naik keseluruhan belum terjadi. Demikian pula beras dan lainnya. Kita bersyukur tim TPID terus bergerak cepat melakukan monitoring lapangan,” pungkasnya. (Advertorial)

1.092 Tayangan