PUBLIKKALTIM.COM – Raline Shah memilih mundur dari jabatan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.
Ia mengambil keputusan tersebut karena kesibukan dan komitmen lain membuatnya tidak mampu mencurahkan waktu serta perhatian secara maksimal untuk menjalankan tanggung jawab di lingkungan pemerintahan.
Raline menyampaikan keputusan itu melalui Instagram Stories di akun pribadinya, @ralineshah.
Ia menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut lahir dari pertimbangan matang dan refleksi pribadi.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga telah menyetujui keputusannya.
Raline mengakui bahwa berbagai aktivitas yang ia jalani saat ini menyulitkannya untuk memberikan perhatian penuh terhadap tanggung jawab sebagai staf khusus menteri.
Ia memahami bahwa jabatan tersebut menuntut komitmen, waktu, dan perhatian yang besar.
Namun, ia merasa belum mampu memenuhi tuntutan itu secara maksimal karena harus membagi waktu dengan kesibukan lainnya.
“Karena kesibukan dan komitmen saya yang lain tidak menunjukkan keselarasan saya dengan tugas saya sebagai Staf Khusus,” tulis Raline dalam pernyataannya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya belum memiliki kapasitas yang cukup untuk menjalankan tanggung jawab tersebut secara optimal, baik saat ini maupun dalam waktu dekat.
“Saya memahami jabatan Staf Khusus Menteri ini adalah sebuah tanggung jawab yang membutuhkan perhatian dan komitmen lebih dimana saat ini dan dalam waktu dekat saya tidak mempunyai kapasitas untuk memberikannya dengan optimal,” tuturnya.
Setelah mempertimbangkan kondisi tersebut, Raline akhirnya memutuskan mundur dari jabatan yang diembannya di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Meski tidak lagi menjabat sebagai staf khusus, Raline berharap hubungan baik dengan Meutya Hafid dan jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital tetap terjalin.
Ia juga menegaskan keinginannya untuk terus memberikan kontribusi bagi Indonesia melalui kapasitas dan peran yang berbeda.
“Saya berharap hubungan baik dan semangat untuk terus memberikan kontribusi bagi Indonesia dapat tetap terjaga meskipun dalam kapasitas saya yang berbeda,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Raline tetap membuka ruang untuk berkontribusi bagi masyarakat, meskipun tidak lagi menjalankan tugas di lingkungan pemerintahan melalui jabatan tersebut.
Raline turut menyampaikan apresiasi kepada Meutya Hafid atas kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan kepadanya selama bertugas sebagai staf khusus.
Ia menilai pengalaman di lingkungan pelayanan publik memberikan pelajaran berharga sekaligus perspektif baru mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Menjadi bagian dari perjalanan bekerja di pelayanan publik merupakan kehormatan sekaligus pengalaman dan pelajaran yang tak ternilai,” pungkasnya. (*)