Tuai Kritik, Maudy Ayunda Akui Menjauh dari Berita Merupakan Sebuah Privilese

oleh -3 views
oleh
Artis Maudy Ayunda/foto: IG maudyayunda

PUBLIKKALTIM.COM – Maudy Ayunda kembali memberikan klarifikasi setelah videonya tentang cara menghadapi berita buruk di Indonesia menuai perdebatan di media sosial.

Ia mengakui ada satu hal penting yang belum cukup ia sampaikan, yaitu persoalan privilese ketika seseorang memiliki pilihan untuk menjauh dari pemberitaan.

Maudy menyampaikan klarifikasi tersebut melalui komentar yang disematkan pada video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News.

Ia merespons berbagai perspektif yang muncul setelah video tersebut menjadi bahan perbincangan.

Dalam komentarnya, Maudy mengakui bahwa kemampuan seseorang untuk membatasi paparan terhadap berita tidak dimiliki semua orang.

“Being able to step away from the news is itself a privilege,” tulis Maudy.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi lebih kompleks bagi orang-orang yang terdampak langsung oleh berbagai peristiwa.

Mereka tidak selalu memiliki pilihan untuk menghindari informasi karena situasi yang terjadi dapat berkaitan langsung dengan kehidupan, keluarga, pekerjaan, maupun komunitas.

Maudy pun meminta maaf karena belum cukup membahas perspektif tersebut dalam video sebelumnya.

Maudy mengunggah video Mindfulness in the Age of Bad News pada 21 Agustus 2026.

Dalam video itu, ia membagikan pengalaman pribadinya ketika menghadapi banjir informasi dan berbagai kabar buruk yang muncul secara terus-menerus.

Menurut Maudy, paparan terhadap berita buruk dapat memengaruhi kondisi mentalnya.

BERITA LAINNYA :  Ibu Stress Suami Tak Bertanggung Jawab, Anak Jadi Korban Mau Ditenggelamkan

Karena itu, ia memilih mengatur kembali informasi yang masuk ke pikirannya.

Ia menyaring sumber informasi, memilih bacaan, dan berdiskusi dengan orang-orang yang dianggap memahami persoalan tertentu.

Maudy mengatakan langkah tersebut membantunya menjaga kondisi emosional agar tidak terus-menerus merasa kewalahan.

Sebagian penonton kemudian menilai gagasan tentang membatasi berita tidak dapat dilepaskan dari kondisi masyarakat yang mengalami dampak langsung berbagai peristiwa.

Bagi kelompok tersebut, mereka tidak bisa begitu saja “mematikan” informasi karena realitas yang diberitakan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Maudy kemudian menegaskan bahwa ia tidak pernah bermaksud mengajak masyarakat menjauh dari persoalan sosial.

Ia mengatakan mindfulness justru dapat membantu seseorang melihat hubungan sebab-akibat dengan lebih jelas, tetap peduli, serta hadir dan peka terhadap kondisi orang lain yang terdampak.

Maudy juga mengapresiasi kritik dan masukan dari publik.

Ia menyebut berbagai komentar tersebut membantunya melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas dan mendalam.

“I’m listening and learning,” ujar Maudy. (*)

1.042 Tayangan