PUBLIKKALTIM.COM, BONTANG – Senin (2/3/2020), Sore mencekam tepat di simpang tiga lampu merah depan jalan masuk rumah sakit umum daerah (RSUD) Taman Husada Bontang.
Hingga pukul 23.00 Wita, suasana di depan ruang instalasi gawat darurat (IGD) masih ramai dipadati oleh warga yang tidak lain adalah keluarga korban kecelakaan beruntun di jalan poros Bontang-Sangatta yang terjadi sekitar pukul 17.30 Wita.
Kecelakaan tersebut melibatkan satu bus karyawan perusahan sebagai penabrak, 1 mobil MPV, 1 mobil city car yang rusak parah dibagian depan dan belakang, 1 unit pickup, serta 3 motor yang menjadi korban terparah.
Menurut pengakuan saksi warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan bus berasal dari arah jalan poros Bontang-Samarinda yang diketahui akan memasuki kota Bontang. Sementara 1 dari 3 pengendara motor terlempar dan dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Mengetahui kabar kecelakaan tersebut, pihak RSUD Taman Husada yang tak jauh dari lokasi langsung menurunkan armada, mengangkut beberapa korban yang sedang terkapar di jalan untuk dibawa ke ruang IGD. Menjelang waktu maghrib, pihak kepolisian yang juga datang ke lokasi segera menertibkan lalu lintas yang sempat ramai menjadi tontonan warga sekitar maupun yang melintas saat itu.
Sekitar pukul 19.00 Wita, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Taman Husada Bontang, drg. Toetoek Pribadi Ekowati yang dikonfirmasi melalui telepon menjelaskan, pihaknya telah melakukan penanganan medis kepada 9 orang korban.
“Ada sembilan orang yang sedang ditangani, 4 orang dalam kritis, 1 orang meninggal dunia,” katanya.
Dalam proses penanganannya, tenaga medis yang ada di IGD mengambil usaha stabilisasi terhadap korban kecelakaan, terutama yang masih dalam kondisi kritis. Hal ini dilakukan pihak rumah sakit untuk menjaga kondisi korban sebelum dilakukan tindakan medis yang mendalam.
“Masih dalam masa stabilisasi artinya kondisi korban distabilkan dulu. Jika sudah stab, maka pasien bisa menerima perawatan lanjutan, misal akan dioperasi kalau ada tulang yang terkena atau penemuan yang lain jika ada,” terangnya.
Satu korban yang dinyatakan meninggal dunia berinisial R (18), korban diduga mengalami benturan keras yang mengakibatkan luka parah dan kehilangan banyak darah.
Sekitar pukul 22.30 Wita, tim redaksi yang mengkonfirmasi kembali pihak rumah sakit, melalui tenaga medis yang ada di ruang IGD memperbarui keterangan korban kecelakaan.
“2 orang meninggal dunia, 3 kritis, 4 luka-luka. Kalau mau keterangan lebih lanjut ditunggu saja, dokternya masih operasi,” tutur salah seorang petugas. (*)