Demo Tolak UU Cipta Kerja di Samarinda, Ratusan Personil TNI-Polri Dikerahkan di Gedung DPRD Kaltim

oleh -
oleh
Perseonel gabungan terlihat menjaga ketat gedung parlemen DPRD Kaltim siang tadi dari aksi demo/HO

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Gelombang aksi demo menolak pengesahan UU Omninus Law Cipta Kerja rencana akan kembali digelar para demonstran bertempat di depan gedung parlemen Bumi Etam di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kamis (8/10/2020) siang ini.

Untuk menjaga jalannya aksi, aparat berwajib kembali menyiagakan ratusan personelnya lengkap dentan seluruh alat perlengkapan.

Dijelaskan Kabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso meski sejatinya pihak kepolisian tak mengeluarian izin keramaian akibat wabah pandemi Covid-19, akan tetapi penjagaan dengan kekuatan penuh tetap dilaksanakan.

Sebanyak 800 personil TNI-Polri pun sudah dipersiapkan di berbagai titik melingkupi gedung DPRD Kaltim.

“Sudah kami siapkan, jumlahnya tetap sama seperti kemarin,” ucap Erick saat dijumpai awak media.

Meski sudah mempersiapkan personilnya, pihak Polresta Samarinda mendapat bantuan tambahan dari Sabhara Polda Kaltim. Erick memyebutkan, 1 kompi Sabhara Polda Kaltim telah datang ke Samarinda sejak Rabu (7/10/2020) petang kemarin.

BERITA LAINNYA :  Minta Hapus Ayat Alquran, Polisi Tetapkan Pendeta Saifuddin Ibrahim Sebagai Tersangka

“Jumlahnya 120 personil. Total personil yang siap mengamankan jalannya aksi nyaris 1.000 personil,” ungkapnya.

Di hari ketiga ini, para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) akan berkumpul di Islamic Center Samarinda sebelum memulai aksinya.

Setelah itu, mereka akan melakukan long march ke Gedung DPRD Kaltim yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, guna menyampaikan orasi politik.

Massa yang dibawa pun kemungkinan lebih banyak daripada sebelumnya, dimana mereka semua merupakan mahasiswa dari berbagai universitas di Samarinda dan juga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). (*)