PUBLIKKALTIM.COM – Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda kini memasuki tahap akhir.
Pemerintah Kota Samarinda memastikan pembangunan pasar legendaris ini tidak hanya menonjolkan sisi fisik, tapi juga memperhatikan estetika dan fungsionalitas sebagai pusat ekonomi rakyat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti, menyampaikan bahwa struktur utama bangunan telah selesai.
Saat ini, proses pembangunan berfokus pada penyelesaian interior dan eksterior gedung.
“Komitmen Pak Wali adalah Oktober sudah bisa diresmikan. Jadi pekerjaan kami kebut hingga bulan itu,” ujar Desy saat ditemui pada Sabtu (27/7/2025).
Pasar Pagi yang baru dirancang sebagai bangunan modern dan ramah lingkungan.
Terdiri dari 7 lantai, bangunan ini akan menampung 2.588 unit kios atau ruko, serta dilengkapi area parkir yang mampu menampung 709 sepeda motor dan 105 mobil.
Meski pembangunan berjalan masif, Desy menegaskan bahwa Pemkot tetap mengutamakan penataan ruang publik.
Salah satu kebijakan yang diambil adalah pembatasan akses di depan Gang Pandai, bukan penutupan total.
“Niatnya menjaga bangunan kita agar secara estetika tetap kita jaga,” jelasnya.
Pemetaan batas lahan antara area milik Pemkot dan ruang pribadi juga akan segera dilakukan bersama Dinas Perdagangan, guna mencegah penyalahgunaan akses dan menjaga fungsi fasilitas umum.
Memasuki tahap akhir, proses commissioning akan dilaksanakan mulai awal September 2025.
Proses ini akan menguji sejumlah sistem vital seperti IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing), Ground Water Tank (GWT), serta sistem penanganan kebakaran.
Pasar Pagi yang direvitalisasi ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal dan pusat perdagangan modern di tengah kota, dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional yang melekat pada pasar rakyat. (*)