PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat langkah penanganan banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memimpin rapat paparan penanganan banjir di Kecamatan Samarinda Utara, khususnya Kelurahan Sungai Siring, dan Kecamatan Loa Janan Ilir, Rabu (24/12/2025) di Balai Kota Samarinda.
Rapat digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas PUPR, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Syaparudin, camat, serta para lurah terkait, termasuk Lurah Simpang Tiga, Tani Aman, dan Sungai Siring.
Progres Pembangunan Kolam Retensi Terhambat Sengketa Lahan
Dalam rapat, disampaikan bahwa rencana pembangunan kolam retensi seluas 70 hektare di Sungai Siring baru terealisasi sekitar 3,9 hektare.
Proses pembangunan terkendala sengketa kepemilikan lahan di beberapa titik.
Menanggapi hal tersebut, Andi Harun menegaskan pentingnya penanganan sengketa lahan secara cermat dan terukur.
“Periksa keaslian dokumen kepemilikan tanah secara detail. Jika dokumen sah dan berada di lokasi yang sama namun tidak bisa terselesaikan secara kekeluargaan, jalur hukum menjadi opsi terakhir,” ujarnya.
Andi Harun juga meminta TWAP menggelar rapat koordinasi dengan camat, lurah, dan pihak pertanahan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya identifikasi lahan yang bermasalah dan yang tidak agar pembangunan tetap berjalan pada lahan yang bebas kendala hukum.
Fokus Penanganan Banjir Loa Janan Ilir
Untuk wilayah Loa Janan Ilir, khususnya Kelurahan Tani Aman, Andi Harun menyampaikan bahwa anggaran penanganan banjir telah tersedia dalam perencanaan 2026.
Ia mendorong pertemuan langsung dengan Bupati Kutai Kartanegara untuk menyatukan langkah lintas daerah.
“Tahun ini, fokus kita membangun sodetan sungai untuk mengendalikan aliran air. Dukungan masyarakat sangat tinggi dalam pembongkaran bangunan di bantaran sungai,” kata Andi Harun.
Ia juga meminta identifikasi kebutuhan anggaran secara rinci agar pelaksanaan program berjalan efektif.
Penanganan Banjir di Samarinda Utara dan Titik Rawan Lain
Andi Harun menyoroti wilayah Samarinda Utara, termasuk kawasan Lempake Jaya, agar mendapatkan perhatian serius.
Ia menekankan langkah-langkah terukur, mulai dari pembangunan kolam retensi, normalisasi drainase, hingga pembersihan parit.
Selain itu, genangan air di sekitar flyover dan beberapa sudut kota harus ditelusuri secara teknis.
“Kita harus pastikan penyebab genangan agar penanganan bisa tepat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Andi Harun menegaskan, penanggulangan banjir merupakan isu strategis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Ia menekankan perlunya kerja sama lintas wilayah dan komitmen konsisten dari seluruh pihak terkait. (*)