PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Pengurus Himpunan Masyarakat Buton Wadawa Kolibua Samarinda (HIMABWAKAS) periode 2021-2025 yang diketuai oleh La Kudimu, S. Ag., M.Pd beserta puluhan orang pengurusnya resmi dilantik, Sabtu (10/4/2021).
Pelantikan Pengurus HIMABWAKAS tersebut digelar di Hotel Amaris, Jalan Dr. Sutomo Samarinda.
Masyarakat sangat antusias menghadiri acara pelantikan tersebut dengan protokol kesehatan yang ketat.
Dalam Pelantikan ini, turut hadir mantan Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim H Bere Ali dan beberapa ketua umum himpunan masyarakat buton lainnya.
Pelantikan berjalan sangat meriah, karena para tamu undangan yang hadir dimanjakan dengan pertunjukan-pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara seperti tari linda dan mangaru yang dibawakan oleh pemuda-pemudi yang tergabung dalam himpunan tersebut.
Dikonfirmasi terkait kelancaran kegiatan pelantikan, sekretaris panitia pelantikan Jumardin, SE mengucapkan rasa syukur kepada allah swt, karena pelantikan HIMABWAKAS dapat berjalan dengan lancar walau dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Alhamdulillah pelantikan hari ini berjalan lancar dan sangat meriah, ini patut kita syukuri” ujar Jumardi saat dikonfirmasi.
Alumni UMKT ini juga berharap semoga kerukunan ini ke depannya, semakin tumbuh dan berkembang pesat.
“Saya berharap semoga seluruh masyarakat wadawa kolibua aktif dan partisipasif menjadi penggiat, penggerak ekonomi kreatif dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai kearifan lokal, menjaga kelestarian nilai-nilai adat dan budaya yang merupakan pedoman dan bagian identitas daerah” katanya.
Dikonfirmasi terpisah usai pelantikan, Ketua Umum HIMABWAKAS, La Kudimu mengucapkan terima kasih kepada pengurus HIMABWAKAS dan seluruh panitia pelantikan yang telah bekerja demi kesuksesan pelantikan ini.
Ketua RT 23 Kelurahan Air Hitam ini juga berharap semoga HIMABWAKAS dapat berkolaborasi dengan paguyuban yang lain maupun pemerintah setempat baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.
“Visi misi dan tujuan kedepannya dengan tiga kompetensi dasar yang pertama kreatif, inovatif, dan kolaborasi. Dari ketiga komponen tadi harapannya dapat melahirkan ide-ide yang baru, dapat berkolaborasi dengan paguyuban-paguyuban yang lain maupun pemerintah setempat baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya” pungkasnya. (*)