Terkait Kasus Intoleran di Solo Jawa Tengah , Polri Imbau Masyarakat Tak Usah Takut 

oleh -
oleh
Ilustrasi Perkelahian/tempo.co

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lhutfi menegaskan pihaknya telah berhasil meringkus lima pelaku intoleran di Solo, Jawa Tengah.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lhutfi berhasil mengamankan Tindak Kejahatan kriminal pelaku intoleran.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti motif pelaku melakukan melakukan kejahatan ini dan masih dimintai keterangan.

Irjen Pol Ahmad Lhutfi menegaskan pihaknya meringkus lima pelaku intoleran di Solo, Jawa Tengah.

Kelima pelaku tersebut adalah berinisial DD, MM, MS,ML, dan RN. Ia pun mengimbau kepada tersangka lain yang belum tertangka untuk segera menyerahkan diri.

“Dari para pelaku sudah kami tingkatkan tersangka empat orang. Satu orang lagi masih kita dalami,” ujar Kapolda dalam jumpa pers, Selasa (10/8/2020).

Kapolda mengatakan para pelaku dijerat dengan Pasal 160 dan 335 dan 170 KUHP terkait dengan tindak pidana yang dilakukan.

Saat ini, dibantu Ditektorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya.

Karena itu, Lhutfi mengigatkan, agar anggota kelompok intoleran itu segera menyerahkan diri.

“Kami sudah mengantongi nama-nama pelaku. Saya minta segera menyerahkan diri,” tegasnya.

“Warga Gelar Pernikahan pun Jadi Sasaran Para pelaku yang sudah ditangkap itu”, ungkapnya. Masing-masing memiliki peran yang berbeda.

BERITA LAINNYA :  Gelar Diskusi Akhir Tahun, LBH Samarinda Sebut 2023 Rentan Pemenuhan Hak Keadilan Masyarakat

Ada yang berperan melakukan pengeroyokan dengan menggunakan alat, melempar sampai yang bertugas untuk memprovokasi.
Saat itu, pihaknya masih terus mendalami peran masing-masing pelaku.

“Yang jelas dari lima pelaku yang diamankan empat sudah kami tetapkan menjadi tersangka,” tekan dia.

Pihaknya juga menekankan bahwa Polri sepenuhnya memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tak takut saat menjumpai hal-hal yang mencurigakan terkait kelompok intoleran.

“Langsung laporkan pada kami, akan langsung kita tindak lanjuti,” tandas Luthfi.

Sebelumnya kelompok melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap Habib Umar Assegaf dan keluarganya dalam acara Midodareni.

Aksi intoleran itu dilakukan di kediaman almarhum Habib Segaf Al-Jufri Jalan Cempaka No. 81 Kampung Mertodranan RT 1 RW 1, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Sabtu (08/8) malam lalu.(jpg/ruh/pojoksatu). (*)

Artikel ini telah tayang di  JPNN.com dengan judul “5 Pelaku Intoleran di Solo Ditangkap, Kapolda Jateng Tegas Minta yang Lain Segera Menyerahkan Diri”,
https://www.jpnn.com/news/5-pelaku-intoleran-di-solo-ditangkap-kapolda-jateng-tegas-minta-yang-lain-segera-menyerahkan-diri?page=2

1.180 Tayangan