Vihara Eka Dharma Manggala Ulang Tahun ke-30, Saefruddin Zuhri Beri Apresiasi

oleh -
oleh
Saefuddin Zuhri Apresiasi Peran Sosial Vihara Eka Dharma Manggala di Ulang Tahun ke-30/Humas Pemkot Samarinda

PUBLIKKALTIM.COM – Vihara Eka Dharma Manggala Samarinda merayakan ulang tahunnya yang ke-30 pada Sabtu malam di Aula Serba Guna Vihara, Jalan Sebulus Salam No. 18.

Rangkaian acara memulainya dengan pertunjukan tari Barongsai yang memukau, serta berbagai kesenian lokal.

Pertunjukan ini berhasil membangkitkan semangat para undangan dan menciptakan suasana kebersamaan yang hangat sejak awal acara.

Perayaan berlangsung khidmat dan meriah ini turut hadir Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri memberikan apresiasi kepada pengurus Vihara Eka Dharma Manggala dan seluruh umat.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-30 kepada segenap pengurus dan umat Vihara Eka Dharma Manggala. Tiga puluh tahun bukan waktu yang singkat. Vihara ini menjadi saksi perjalanan spiritual umat Buddha sekaligus wadah ketenangan di tengah hiruk pikuk kota,” ujar Saefuddin Zuhri.

Ia menegaskan bahwa vihara bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan moral, perdamaian, dan kegiatan sosial.

Saefuddin Zuhri mendorong umat untuk terus mengaplikasikan ajaran Dharma dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Harapan dari Kementerian Agama RI

BERITA LAINNYA :  BKD Terkendala Anggaran Gaji, Rekrutmen PPPK Tahun 2022 Terancam Urung Digelar

Kepala Kementerian Agama Kota Samarinda, Nasrun turut memberikan ucapan selamat dan harapan bagi perkembangan vihara ke depan.

“Semoga Vihara Eka Dharma Manggala terus berkembang dan memberikan manfaat spiritual serta sosial bagi umat dan masyarakat luas. Perayaan ini semoga membawa kedamaian bagi kita semua,” kata Nasrun.

Perayaan ulang tahun ke-30 ini menegaskan peran Vihara Eka Dharma Manggala tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan moral, dan pelestarian nilai toleransi di Samarinda.

“Kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga menegaskan nilai kebersamaan dan semangat spiritual yang telah terbangun selama tiga dekade, ” kata Ketua panitia, Pandita Liem.

Acara ditutup dengan doa bersama dan persembahan kesenian, meninggalkan kesan hangat dan penuh makna bagi seluruh umat yang hadir. (*)