PUBLIKKALTIM.COM – Wali Kota Samarinda Andi Harun, menegaskan komitmennya dalam penanggulangan banjir dengan pendekatan yang lebih terarah dan terukur.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung Bapperinda, Kompleks Balai Kota Samarinda, Selasa (10/6), ia menyerukan penataan infrastruktur penanganan banjir yang berbasis wilayah kecamatan.
“Penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara umum dan sporadis. Kita akan siapkan anggaran besar dari APBD, tapi harus dipastikan efektif dan tidak sia-sia,” tegas Andi Harun di hadapan para camat, lurah, dan jajaran Dinas PUPR Samarinda.
Andi Harun meminta Dinas PUPR untuk menyusun strategi penanggulangan banjir yang terstruktur, sistematis, dan terukur, serta berbasis pada data sains dan temuan lapangan.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi dan integrasi antarinstansi, agar pekerjaan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Menurutnya, seluruh camat harus proaktif jika menemukan persoalan drainase di wilayah masing-masing dengan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR.
“Saya minta minggu depan PUPR bisa kembali memaparkan rencana teknis penanganan banjir yang lebih matang dan berdasar data,” pintanya.
Andi Harun juga menginstruksikan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR untuk rutin turun ke lapangan, mengingat cakupan masalah banjir di Samarinda yang semakin meluas.
Tak hanya fokus pada aspek teknis, Andi Harun juga mengajak seluruh camat dan lurah untuk menggerakkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Ia menekankan pentingnya aksi pembersihan drainase secara berkala minimal sebulan sekali, khususnya di titik-titik rawan banjir.
“Kalau sedimentasi sudah diangkat tapi belum diangkut PUPR, camat dan lurah boleh sewa truk. Nanti biayanya akan saya ganti,” tambahnya.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri, Sekretaris Daerah Hero Mardanus, serta jajaran Dinas PUPR dan perangkat kecamatan se- Samarinda. (adv)