Wali Kota Andi Harun Tegaskan Mahasiswa IMM Harus Berani Kritik dan Lawan Korupsi

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda Andi Harun Saat menyampaikan Nasehat kepada Kader IMM/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menghadiri sekaligus menjadi keynote speaker dalam kegiatan Halal Bi Halal, Resepsi Milad ke-62, dan Syawalan DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur, Jumat malam (3/4/2026).

Kegiatan itu berlangsung di Aula Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Acara yang mengusung tema “Bergerak dan Berdampak untuk Kalimantan Timur” ini dihadiri Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan, Ketua DPP IMM, jajaran pengurus Muhammadiyah Kaltim, serta ratusan kader IMM se-Kalimantan Timur.

Ketua Umum DPD IMM Kaltim menyampaikan apresiasi atas kehadiran Andi Harun sebagai tokoh kader IMM yang patut menjadi teladan bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Andi Harun mengajak seluruh peserta bersyukur kepada Allah SWT dan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia juga menyampaikan ucapan Idulfitri taqabbalallahu minna wa minkum.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.

Andi Harun menekankan pentingnya peran intelektual mahasiswa dalam membangun kesadaran sosial.

Ia menjelaskan bahwa ilmu melahirkan pengetahuan, dan pengetahuan membentuk kesadaran.

Kesadaran inilah yang harus menjadi fondasi gerakan mahasiswa, khususnya IMM. I

a menambahkan bahwa takwa tidak hanya soal spiritual, tapi juga sikap kehati-hatian dan kewaspadaan dalam kehidupan sosial.

BERITA LAINNYA :  Akses ke Destinasi Wisata Dinilai Belum Maksimal, Sekrpov Kaltim: Infrastruktur Harus Kita Benahi

Nilai ini, menurutnya, harus menjadi pedoman bagi gerakan IMM.

Andi Harun mengingatkan kader IMM untuk tampil sebagai agen perubahan yang berani dan kritis.

Ia menegaskan, mahasiswa tidak boleh diam menghadapi praktik korupsi atau kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat.

“Jangan ngaku kader IMM kalau diam melihat korupsi!” tegasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengkritik kebijakan pemerintah daerah secara konstruktif, termasuk dirinya sendiri.

Selain itu, Andi Harun membahas berbagai tantangan Kalimantan Timur, mulai dari persoalan sosial dan budaya, isu ekologi, hingga dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia berharap IMM dapat mengambil peran melalui gerakan intelektual yang transformatif, memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Bumi Etam.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi IMM untuk memperkuat semangat kebersamaan dan meneguhkan perannya sebagai mahasiswa pergerakan yang tidak hanya bergerak, tapi juga memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah. (Adv)