PUBLIKKALTIM.COM – Penyanyi sekaligus pengusaha Ashanty akhirnya memastikan keberangkatannya ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Haji pada Mei 2026.
Kepastian ini ia dapatkan setelah menunggu selama bertahun-tahun dan mengalami beberapa kali penundaan.
Ashanty mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendaftar program Haji Plus sejak 2018.
Berdasarkan jadwal awal, ia seharusnya berangkat pada 2024.
Namun, rencana tersebut gagal terlaksana karena kendala kuota.
Ia kembali mencoba pada 2025, bahkan berencana berangkat bersama putrinya, namun kesempatan itu kembali tertunda.
Sempat Alami Pergolakan Batin
Penundaan berulang membuat Ashanty sempat mengalami tekanan batin.
Ia mengaku mempertanyakan dirinya sendiri dan merasa belum mendapat panggilan untuk beribadah ke Mekkah.
Perasaan itu sempat membuatnya sedih, meski akhirnya ia memilih untuk menerima keadaan dengan lapang.
Ashanty menyadari bahwa keberangkatan haji bukan semata soal kesiapan manusia, tetapi juga kehendak Tuhan.
Ia pun berusaha memperkuat keimanan sambil terus menunggu kesempatan yang tepat.
Pada 2026, penantian Ashanty akhirnya terjawab.
Ia memastikan akan berangkat melalui kuota yang diberikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Keberangkatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
“Alhamdulillah-nya tahun ini tuh kayak dapet dari Kementerian Agama, insyaallah bisa berangkat di bulan Mei nanti,” jelas Ashanty.
Demi fokus menjalankan ibadah, Ashanty bahkan mengambil keputusan besar dengan menunda sidang terbuka program doktoralnya di Universitas Airlangga.
Ia memilih menyelesaikan rangkaian ibadah haji terlebih dahulu sebelum melanjutkan agenda akademiknya.
Fokus Persiapan Spiritual
Meski suaminya, Anang Hermansyah, telah dua kali menunaikan ibadah haji, Ashanty tetap memilih mempersiapkan diri secara mandiri.
Ia mengaku ingin mempelajari seluruh rangkaian ibadah dari awal agar lebih memahami maknanya.
Selain itu, Ashanty juga mendapatkan banyak dukungan dari teman-temannya. Mereka mengirimkan buku panduan, perlengkapan ibadah, hingga doa sebagai bentuk dukungan moral.
Ashanty menargetkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sebelum keberangkatan.
Ia berharap persiapan tersebut dapat membuatnya lebih tenang dan khusyuk saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Keberangkatan ini menjadi momen penting dalam perjalanan spiritual Ashanty.
Setelah melalui berbagai penundaan, ia kini siap menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh harapan dan keikhlasan. (*)