Bangun Sistem Satu Data untuk Transformasi Pembangunan Samarinda, Wali Kota Andi Harun Bakal Libatkan Ainun Najib

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda Andi Harun/IST

PUBLIKKALTIM.COM – Terobosan baru bakal kembali dilakukan Pemkot Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun.

Andi Harun mengatakan bakal membangun sistem satu data yang komprehensif untuk mengoptimalkan pembangunan Kota Tepian.

Dijelaskannya, bahwa upaya ini merupakan bagian dari visi untuk memperkuat infrastruktur data yang krusial dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengawasi program-program pembangunan.

“Kita lagi membangun sistem satu data Samarinda untuk mewujudkan satu data Indonesia itu,” ujar Andi Harun, Sabtu (22/6/2024).

Ia mengatakan bahwa program ini menjadi inovasi lokal, tetapi juga mendapat dukungan dari tingkat nasional dengan presiden sendiri menyebutnya dalam pidatonya.

Poin krusial dari sistem ini adalah kolaborasi dengan ahli data terkemuka Ainun Najib, yang dikenal dalam bidang geospasial dan manajemen data.

“Ainun Najib, yang berasal dari Gresik dan memiliki latar belakang pendidikan di universitas terkemuka, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam memperkuat posisi data Samarinda,” ucapnya.

Sebelumnya, telah dilakukan rapat intensif yang melibatkan berbagai pihak terkait untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan data yang ada saat ini.

“Data yang akurat dan presisi sangat penting untuk merencanakan pembangunan. Misalnya, data kemiskinan yang tidak tepat bisa menyebabkan pemborosan APBD dan ketidaksesuaian sasaran program,” jelasnya.

BERITA LAINNYA :  Respon Keluhan Warga Sambutan Soal Sawah yang Kerap Terendam Banjir, Andi Harun Beri Instruksi Benahi Saluran Air

Pertemuan awal antara tim teknis dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan organisasi lokal menjadi langkah awal menuju implementasi sistem ini. Evaluasi lebih lanjut terhadap kebutuhan data dan proses pengolahan akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan, diharapkan akan ada kunjungan dari tim Samarinda ke Singapura untuk berdiskusi langsung dengan Ainun Najib.

“Ini adalah kolaborasi yang sangat penting bagi kami. Data adalah fondasi dari semua kebijakan pembangunan yang kita rancang,” ungkapnya.

Sistem satu data Samarinda diharapkan tidak hanya mengubah cara kota ini mengelola informasi, tetapi juga menjadi model yang dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia.

“Kami berharap dengan langkah ini, kami dapat mempercepat pencapaian visi misi pembangunan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)