Beredar Kabar Bripda Randy Tak Bertanggung Jawab Atas Kehamilan Novia, Niryono Buka Suara

oleh -
oleh
Bripda Randy Bagus di tahanan Mapolda Jawa Timur (kiri) dan ayahnya, Niryono/tribunnews.com

PUBLIKKALTIM.COM – Belakangan ini, nama mahasiswi Novia Widyasari Rahayu yang nekat mengakhiri hidupnya di dekat makam ayahnya, di Mojokerto tengan jadi sorotan publik.

Pasalnya, kepergiannya yang mengenaskan belakangan menyeret seorang anggota polisi yang disebut-sebut sebagai kekasih korban.

Anggota berpangkat Bripda tersebut bernama Randy Bagus Hari Sasongko, dari Polres Pasuruan Kabupaten.

Berikut sejumlah fakta menarik perihal kematian Novia Widyasari Rahayu dirangkum dari berbagai sumber.

Tak Ada Unsur Pemerkosaan

Polisi memastikan tidak ada unsur pemerkosaan selama Bripda Randy Bagus Sasongko berpacaran dengan Novia Widyasari Rahayu.

Karena itulah, kepolisian menjerat Bripda Randy dengan pasal aborsi, bukan pasal pemerkosaan.

Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Menurutnya, selama tiga tahun berpacaran korban sudah dua kali melakukan aborsi.

’’Logikanya, itu kan atas dasar suka sama suka. Berarti unsur pemerkosaan kan ndak terpenuhi,” ujarnya dikutip dari Radar Bromo, Senin (6/12).

BERITA LAINNYA :  Wali Kota Andi Harun Berharap Batik Spirit Mahakam dan Minuman Kalamanthana Bisa Bersaing di Pasar Nasional

Niryono Membantah Bripda Randy Tak bertanggung jawab

Ayah Bripda Randy Bagus, Niryono, buka suara soal hubungan sang putra dengan Novia Widyasari Rahayu.

Sebelumnya, beredar kabar, Randy dan keluarganya tak bertanggung jawab atas kehamilan Novia hingga korban memutuskan akhiri hidupnya.

Namun kabar tersebut,  dibantah oleh Niryono.

Ia menyebut pihaknya sudah pernah mendatangi rumah Novia untuk menanyakan keseriusan hubungan Randy.

 

“Kalau tidak salah itu Agustus kemarin, setelah ayahnya meninggal. Saat itu respons orang tuanya ya sudah oke,” ungkap Niryono, dikutip dari TribunJatim. (*)

 

1.163 Tayangan