Bungkusan Bayi yang Dibuang Bertuliskan Pemkot Samarinda, Ini Respon Kepala Dinas Sosial 

oleh -
oleh
Tas tangan bertuliskan Donasi ASN Pemkot Samarinda yang ditemukan membungkus bayi malang yang dibuang di pinggir Perumahan Keledang Mas. (IST)

PUBLIKKALTIM.COM – Peristiwa pembuangan seorang bayi laki-laki di Perumahan Keledang Mas, Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda Seberang pada Selasa (13/12/2022) kemarin rupanya masih menyisakan tanya.

Terlebih bayi malang itu saat ditemukan terbungkus sebuah tas tangan kain bertuliskan Donasi ASN Pemkot Samarinda.

Terkait bungkusan tas tangan tersebut, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Samarinda Isfihani langsung membantah perihal tersebut.

Ia pun meminta agar masyarakat bisa bijak menyikapi hal itu.

“Bisa saja itu akal-akalan yang membuang dan lebih baik kita bijak menyikapinya,” tegas Isfihani, Sabtu (17/12/2022).

Meski tak dipungkiri adanya tas tangan bertuliskan pemerintah Kota Tepian itu, namun Isfihani menekankan bahwa hal yang masih belum jelas kebenarannya tidak bisa jadikan dugaan tak mendasar untuk mencoreng nama Pemkot Samarinda.

“Bisa saja itu kebetulan. Kita tidak bisa langsung menjurus begitu karena belum tentu kebenarannya,” tambahnya.

Kendati demikian, terkait tas tangan dan lainnya pihak pemerintah pun sepenuhnya mempercayakan hal itu dalam ranah penyelidikan kepolisian.

Ada tidaknya sangkutan tas tangan berlogo Pemkot Samarinda dengan peristiwa pembuangan bayi nantinya akan terungkap setelah polisi menemukan si pembuang bayi.

BERITA LAINNYA :  Pemkot Samarinda Tetapkan HET Minyak Goreng, Maksimal di Angka Rp 14.000 Per Liter

“Karena kan yang begini itu pasti kepolisian dulu. Pastinya juga kami melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian sampai saat ini,” pungkasnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya bayi malang tersebut ditemukan oleh sejumlah anak kecil yang hendak bermain bola di lapangan perumahan pada Pukul 14.30 WITA.

Awalnya bocah-bocah itu mengira bungkusan tersebut berisi parsel minuman dan makanan.

“Pas dibuka teman saya bilang boneka. Tapi saya pegang kok gerak? Ternyata bayi,” jelas Alvian (11) yang pertama kali melihat bayi tersebut.

Bayi tak berdosa ini lantas dibawa oleh personel beat patroli 110 Polresta Samarinda ke Puskesmas Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.

Ketika diperiksa, pihak dokter mengatakan bayi malang itu begitu lemah.

Sebab dilahirkan prematur dengan hanya memiliki berat 1,64 kilogram dan panjang 38 centimeter. (*)