PUBLIKKALTIM.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan Pulau Kharg, salah satu pusat utama ekspor minyak Iran, setelah militer AS menyerang dua peluncur roket di Pulau Larak.
Ancaman tersebut menandai eskalasi baru konflik AS-Iran yang kembali memanas setelah pertempuran sempat terhenti sejak akhir Juli 2026.
Trump menyampaikan ancaman tersebut melalui akun Truth Social pada Senin (31/8/2026).
Dalam unggahannya, Trump menulis bahwa Pulau Kharg akan diledakkan hingga hancur.
Trump juga menyertakan video yang memperlihatkan rentetan ledakan besar di kawasan yang disebut sebagai pusat energi Iran tersebut.
Namun, Reuters menilai video itu kemungkinan merupakan hasil rekayasa sintetis berbasis kecerdasan buatan (AI).
Analisis menggunakan perangkat lunak pendeteksi gambar yang dimanipulasi AI menunjukkan indikasi bahwa video tersebut tidak merekam peristiwa nyata.
Trump tidak memberikan penjelasan mengenai sumber maupun keaslian video tersebut.
Ancaman terhadap Pulau Kharg meningkatkan kekhawatiran mengenai eskalasi konflik karena pulau itu menjadi salah satu pusat penting ekspor minyak Iran.
Serangan terhadap fasilitas di kawasan tersebut berpotensi mengganggu distribusi energi dan lalu lintas perdagangan global.
Serangan terhadap Pulau Larak menjadi serangan AS yang diketahui publik terhadap wilayah Iran sejak pertempuran berhenti pada akhir Juli lalu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak.
Menurut CENTCOM, pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tengah menyiapkan roket yang membawa ranjau laut untuk diluncurkan ke Selat Hormuz.
Juru bicara CENTCOM Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins mengatakan pasukan AS memantau aktivitas tersebut sebelum melancarkan serangan.
CENTCOM sebelumnya mengklaim telah membersihkan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Washington menyatakan akan terus mengawasi kawasan tersebut untuk menjaga kelancaran perdagangan melalui jalur laut strategis itu.
Iran kemudian membalas serangan AS.
IRGC melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone terhadap dua pangkalan udara AS di Yordania, yakni Pangkalan Udara King Hussein dan Azraq, pada Senin dini hari.
IRGC mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan parah.
Pasukan Iran juga memperingatkan bahwa mereka akan memberikan respons yang lebih keras jika AS kembali menyerang wilayah Iran.
Rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah jeda pertempuran.
Ancaman terhadap Pulau Kharg dan serangan balasan Iran juga menambah risiko gangguan terhadap keamanan Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. (*)