Iran Tegaskan Sikap Pertahanan Diri saat Telponan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin

oleh -
oleh
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan kedaulatan sekaligus mengupayakan perdamaian berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu ia sampaikan saat melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian mengkritik keras tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan.

Iran Kecam Serangan dan Kematian Pemimpin Tertinggi

Pezeshkian mengecam keras kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang disebut terjadi akibat serangan militer yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan “pembunuhan yang melanggar hukum” dan mencerminkan penggunaan kekuatan yang tidak bertanggung jawab dalam hubungan internasional.

Ia menegaskan bahwa tekanan militer tidak akan melemahkan Iran.

Sebaliknya, Pezeshkian mengatakan dukungan rakyat Iran justru semakin memperkuat tekad nasional untuk mempertahankan negara.

“Para penindas menggunakan kekuatan buta dan sembrono untuk memaksakan kehendak mereka kepada bangsa lain. Namun dukungan besar rakyat Iran menunjukkan bahwa serangan tersebut hanya memperkuat tekad kami untuk membela tanah air,” ujarnya seperti dikutip dari media pemerintah Iran.

Iran Klaim Serangan Balasan Bersifat Defensif

Pemerintah Iran juga melaporkan telah melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

BERITA LAINNYA :  Usai Kibarkan Bendera Merah Putih, 30 Mahasiswa Terjebak di Gunung Amonggedo Sultra

Pezeshkian menegaskan bahwa tindakan tersebut bersifat defensif.

Ia menyatakan bahwa Iran hanya berupaya melindungi kedaulatan wilayah dan keselamatan rakyatnya dari ancaman eksternal.

Ia juga menolak tuduhan bahwa Iran berniat menyerang negara tetangganya.

Menurutnya, keamanan kawasan seharusnya dijaga oleh negara-negara regional, bukan oleh kekuatan asing yang memperkeruh situasi.

“Republik Islam Iran tidak pernah berniat menyerang negara tetangganya. Kami hanya mempertahankan integritas wilayah dan mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Rusia Serukan Stabilitas Regional

Dalam percakapan tersebut, Putin menyampaikan belasungkawa kepada Iran atas wafatnya Khamenei dan menyatakan solidaritas Rusia terhadap rakyat Iran.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Putin mengatakan Rusia terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin negara anggota Gulf Cooperation Council guna mendorong de-eskalasi konflik di kawasan.

Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat koordinasi diplomatik dan keamanan antara Teheran dan Moskow melalui berbagai jalur komunikasi.

Mereka berharap kerja sama tersebut dapat membantu meredakan ketegangan dan mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah. (*)