Israel Ancam Usir Warga Gaza karena Layang-layang, PBB Mengecam

oleh -6 views
oleh
Ilustrasi Dewan Keamanan PBB/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Layang-layang yang diterbangkan dari Gaza ke arah Israel kembali memicu ketegangan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam ancaman Israel untuk mengusir warga dari wilayah tempat layang-layang tersebut diluncurkan, dan menyebut ancaman itu keterlaluan karena melibatkan tindakan anak-anak.

Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Ravina Shamdasani menyoroti khususnya ancaman pengusiran yang muncul sebagai respons terhadap anak-anak yang menerbangkan layang-layang.

“Ini keterlaluan,” ujar Shamdasani kepada wartawan di Jenewa, Selasa (25/8/2026), seperti dilaporkan AFP.

Israel Ancam Tingkatkan Operasi Militer

Israel sebelumnya memperingatkan Hamas agar menghentikan peluncuran layang-layang, drone, dan balon dari Gaza.

Pemerintah Israel mengatakan akan meningkatkan operasi militernya jika aktivitas tersebut terus berlangsung.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengeluarkan pernyataan bersama mengenai ancaman tersebut.

Mereka menyatakan militer Israel atau IDF akan meningkatkan operasi terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Israel juga menyatakan akan mengevakuasi penduduk dari wilayah tempat peluncuran benda-benda tersebut.

Ancaman itu muncul setelah sejumlah layang-layang ditemukan di wilayah permukiman Israel yang berdekatan dengan perbatasan Gaza.

Media Israel melaporkan empat layang-layang ditemukan pada Sabtu, sementara militer menembak jatuh satu layang-layang pada Minggu.

Dalam beberapa hari terakhir, pihak Israel menemukan sekitar 10 layang-layang.

Hamas Bantah Bertanggung Jawab

Hamas membantah berada di balik peluncuran layang-layang tersebut.

Anggota biro politik Hamas, Bassem Naim, mengatakan anak-anak Gaza menerbangkan layang-layang untuk mencari kembali masa kecil mereka di tengah kehancuran akibat perang.

BERITA LAINNYA :  UU Keamanan Berlaku, Inggris Tawarkan Kewarganegaraan untuk 3 Juta Warga Hongkong

Hamas juga menuduh Israel menjadikan insiden tersebut sebagai alasan untuk melakukan serangan udara di Gaza.

Kelompok itu menyebut serangan di wilayah tengah Gaza menewaskan tiga orang berdasarkan laporan layanan pertahanan sipil Gaza.

Israel sebelumnya menghadapi gelombang peluncuran layang-layang dan balon pembakar dari Gaza. Benda-benda tersebut pernah memicu kebakaran di lahan pertanian di wilayah selatan Israel.

PBB Soroti Ancaman terhadap Warga Sipil

Shamdasani mengatakan pernyataan terbaru Israel menjadi bagian dari rangkaian retorika yang menurut PBB semakin mengkhawatirkan.

Ia menilai sejumlah pernyataan pejabat tinggi Israel menunjukkan pengabaian terhadap prinsip hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.

PBB juga memperingatkan bahwa retorika yang mendorong kekerasan dapat memperburuk situasi dan meningkatkan risiko terhadap warga sipil.

Pernyataan PBB tersebut menegaskan bahwa tindakan terhadap kelompok atau individu yang diduga meluncurkan benda dari Gaza tidak semestinya berubah menjadi ancaman terhadap penduduk sipil secara luas.

Ketegangan terbaru pun kembali menempatkan perlindungan warga sipil sebagai perhatian utama dalam konflik Israel-Gaza. (*)

1.158 Tayangan