PUBLIKKALTIM.COM – Kepala Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, memperingatkan bahwa Iran dapat melakukan serangan pre-emptive terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat jika ancaman terhadap kedaulatan negara meningkat.
Pernyataan ini disampaikan di tengah protes besar-besaran di Iran yang awalnya dipicu oleh krisis ekonomi, namun kini berkembang menjadi tuntutan penggulingan rezim.
Retorika Keras AS dan Israel Memicu Kewaspadaan Iran
Jenderal Hatami menuding Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menunjukkan permusuhan yang jelas terhadap bangsa Iran.
“Republik Islam menganggap intensifikasi retorika semacam itu sebagai ancaman dan tidak akan membiarkannya berlanjut tanpa tanggapan,” tegas Hatami.
Hatami menekankan bahwa kesiapan militer Iran saat ini lebih tinggi daripada sebelumnya.
“Jika musuh melakukan kesalahan, mereka akan menghadapi respons yang lebih tegas. Kami siap memotong tangan setiap agresor,” tambahnya.
Dewan Pertahanan Iran Tegaskan Respons Dini
Dewan Pertahanan Iran, yang baru dibentuk, menegaskan bahwa negara tidak harus menunggu serangan fisik untuk merespons.
Dalam pernyataan resmi, dewan tersebut menyebut bahwa tanda-tanda ancaman nyata sudah cukup untuk dianggap sebagai dasar tindakan pertahanan.
“Setiap pelanggaran terhadap kepentingan nasional, campur tangan dalam urusan internal, atau tindakan yang mengancam stabilitas Iran akan dibalas secara proporsional, tepat sasaran, dan tegas,” bunyi pernyataan tersebut.
Dewan menambahkan bahwa retorika yang meningkat dan perilaku intervensionis yang melebihi sekadar gertakan verbal dapat dianggap sebagai perilaku bermusuhan.
Protes Domestik dan Respons Amerika Serikat
Protes yang melanda Iran telah menarik perhatian internasional. Presiden AS Donald Trump menyatakan, “Kami akan mengamati dengan sangat cermat.
Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan mendapat balasan yang sangat keras dari Amerika Serikat.”
Pernyataan Trump dianggap sebagai tekanan tambahan bagi pemerintah Iran yang menghadapi demonstrasi domestik.
Iran menilai campur tangan asing dalam urusan internalnya sebagai ancaman serius yang dapat memicu tindakan militer defensif.
Garis Merah Iran
Para pejabat Iran menekankan bahwa keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah merupakan garis merah yang tidak dapat dilanggar.
Mereka memperingatkan bahwa perilaku bermusuhan yang berkelanjutan akan memicu respons tegas, dan pihak yang melakukan provokasi harus menanggung konsekuensinya.
Dengan kesiapan militer yang meningkat dan kebijakan defensif yang tegas, Iran menegaskan bahwa negara akan merespons agresi dengan cara yang cepat dan proporsional, baik terhadap retorika maupun tindakan nyata dari musuh. (*)