Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lintas Batas, Sarawak Malaysia Masuk Status Darurat

oleh -9 views
oleh
Sarawak Malaysia Masuk Status Darurat akibat asap kalimantan/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Kabut asap pekat membuat kualitas udara di Distrik Serian, Sarawak, Malaysia, mencapai level berbahaya.

Indeks Polusi Udara (API) bahkan menembus angka 519 pada Jumat, 4 September 2026, sehingga pemerintah Malaysia menetapkan status darurat di wilayah tersebut.

Angka itu melampaui ambang batas 500 yang menjadi dasar penetapan status darurat.

Otoritas Malaysia mengategorikan API di atas 300 sebagai tingkat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut muncul ketika kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Indonesia, menyelimuti sejumlah wilayah di Borneo dengan kabut asap.

Sarawak menjadi salah satu wilayah Malaysia yang terdampak paling parah akibat kedekatan geografisnya dengan Kalimantan.

Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, menyetujui penetapan status darurat setelah menerima saran dari Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Premier Sarawak Abang Johari Openg.

Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan Sultan Ibrahim mengambil keputusan tersebut karena kabut asap telah mencapai tingkat polusi yang membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Ketua Komisi Penanggulangan Bencana Sarawak, Douglas Uggah Embas, sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah negara bagian telah mengajukan permohonan status darurat setelah API di Serian melampaui angka 500.

Pemerintah memberlakukan status darurat secara terbatas di seluruh Distrik Serian dengan cakupan radius 20 kilometer.

Kabut asap yang memburuk membuat otoritas setempat meliburkan sekolah-sekolah di wilayah terdampak.

BERITA LAINNYA :  Terpidana Narkotika Berhasil Ditangkap di Malaysia, Berikut Kronologinya

Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi paparan polusi terhadap siswa dan tenaga pendidik.

Meski status darurat berlaku, sejumlah layanan penting tetap berjalan.

Douglas mengatakan supermarket, pom bensin, dan bank diperkirakan tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Sarawak juga menjalankan operasi penyemaian awan atau cloud seeding.

Otoritas berharap hujan dapat membantu membersihkan atmosfer dan menurunkan konsentrasi partikel polusi.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali menunjukkan dampak lintas batas.

Pergerakan asap akibat kebakaran dapat menyebar ke wilayah Malaysia, terutama Sarawak yang berada di bagian utara Pulau Borneo.

Kondisi cuaca dan arah angin turut memengaruhi penyebaran kabut asap.

Ketika konsentrasi polutan meningkat, masyarakat menghadapi risiko gangguan kesehatan, khususnya anak-anak, lansia, dan kelompok yang rentan terhadap penyakit pernapasan.

Penetapan status darurat di Serian menjadi langkah pemerintah Malaysia untuk membatasi dampak kabut asap sekaligus melindungi keselamatan masyarakat di wilayah terdampak. (*)

1.144 Tayangan