Kelurkan Kebijakan Baru, China Ingatkan Para Pelajarnya untuk Hati-hati Belajar di Australia

oleh -
oleh
Ilustrasi pelajar/Detiknews

PUBLIKKALTIM.COM – Berita mancanegara yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang China melarang para pelajarnya unutk menuntut ilmu di Australia.

Australia menjadi salah satu negara yang mendorong penyelidikan terhadap Virus Covid-19.

Hal ini membuat China kembali mengeluarkan kebijakan anti Australia. Terbaru, China memperingatkan para pelajarnya untuk mempertimbangkan rencana belajar ke Australia.

Kementerian Pendidikan China memperingatkan bahwa ada beberapa kasus insiden rasial yang menargetkan orang Asia di Australia di tengah epidemi Covid-19.

“Berbagai peristiwa diskriminatif terhadap orang-orang Asia terjadi di Australia selama wabah epidemi,” kata Kementerian itu dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs webnya seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (9/6/2020).

Pihak Kementerian Pendidikan China mendesak para pelajarnya yang belajar di luar negeri untuk membuat penilaian risiko yang menyeluruh dan untuk berhati-hati ketika memilih Australia sebagai tujuan.

Peringatan ini dikeluarkan ditengah memanasnya hubungan kedua negara setelah Australia mengadvokasi penyelidikan terhadap pandemi Covid-19.

Sebelumnya China juga telah memblokir ekspor daging dari negeri kanguru dan mengeluarkan peringatan perjalanan ke Australia.

Australia telah menjadi salah satu negara yang mendorong penyelidikan internasional tentang asal-usul pandemi virus Corona dan respon terhadapnya. Namun Beijing membantah tindakannya terhadap impor daging sapi dan gandum Australia terkait dengan seruan itu.

BERITA LAINNYA :  Terungkap Skandal Seks Petenis dengan Eks Wakil Perdana Menteri, China Tak Mau Buka Suara

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah tunduk pada seruan dari sebagian besar negara anggotanya untuk meluncurkan penyelidikan independen tentang bagaimana ia mengelola respon internasional terhadap virus Corona baru, yang pertama kali ditemukan di China akhir tahun lalu. Evaluasi akan berhenti melihat masalah kontroversial seperti asal-usul virus.

Beijing secara teratur menggunakan akses ke pasarnya yang besar untuk menghukum pemerintah dari Norwegia ke Kanada dalam perselisihan politik. Pejabat China secara rutin menolak untuk mengkonfirmasi gangguan perdagangan terkait dengan bentrokan politik tetapi menegaskan bahwa Beijing menginginkan konsesi. (*)

Artikel ini telah tayang di SINDONEWS.COM dengan judul “China Larang Pelajarnya Sekolah di Australia” https://international.sindonews.com/read/63944/40/china-larang-pelajarnya-sekolah-di-australia-1591697207