PUBLIKKALTIM.COM — Keributan antaranggota keluarga nyaris berujung tragedi terjadi di Jalan Wiratama, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Peristiwa yang melibatkan kakak dan adik ini sempat membuat warga sekitar panik lantaran diduga menggunakan senjata tajam berupa kapak dan linggis.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu Dini Hari (3/1/2026) dan bermula dari pertengkaran di dalam keluarga yang telah lama menyimpan persoalan ekonomi.
Warga bernama Aryo, salah satu saksi mata, menuturkan bahwa situasi awal sebenarnya tampak biasa sebelum emosi salah satu pihak memuncak.
Menurut Aryo, keributan dipicu oleh adik bungsu berinisial I, yang tiba-tiba mengamuk tanpa sebab yang jelas.
Ia diduga meluapkan emosi dengan memaki ibunya menggunakan kata-kata kasar dan sumpah serapah.
“Si adik itu tiba-tiba marah, Mas. Dia mengancam ibunya, sumpah serapah semua keluar. Bahkan sempat mengancam mau membakar warung,” kata Aryo.
Ucapan kasar tersebut memicu emosi sang kakak berinisial Iw, yang tidak terima ibunya diperlakukan demikian. Pertengkaran pun tak terhindarkan dan berkembang menjadi perkelahian fisik.
“Namanya anak, Mas, enggak terima orang tuanya diperlakukan begitu. Kakaknya emosi. Dia sempat pergi ambil motor. Kami kira mau pergi, ternyata balik lagi,” ujarnya.
Saat kembali, sang kakak diduga membawa benda berbahaya yang diambil dari jok sepeda motor. Warga melihat adanya kapak dan linggis, yang nyaris digunakan dalam perkelahian tersebut.
“Sudah hampir dipukul, Mas. Untungnya warga dan aparat kelurahan cepat menghadang,” tambah Aryo.
Sementara itu, Samapta Polresta Samarinda Yudiansyah membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, petugas bergerak cepat setelah menerima laporan warga.
“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi dan mengamankan kedua saudara tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Yudiansyah.
Dari hasil penelusuran sementara, keributan berawal dari cekcok antara kedua orang tua mereka. Pertengkaran itu dipicu masalah ekonomi, terutama hasil penjualan warung kopi keluarga yang kerap mengalami kerugian.
“Saat orang tua bertengkar, adik terbangun dari tidurnya dan meluapkan emosi dengan memaki ibunya. Hal ini kemudian memicu kemarahan kakaknya hingga terjadi perkelahian,” jelas Yudiansyah.
Peristiwa tersebut membuat sang ibu pingsan dan diduga mengalami syok berat karena melihat kedua anaknya saling bertikai. Warga segera memberikan pertolongan dan menenangkan situasi.
Untuk meredam konflik dan mencegah eskalasi lebih lanjut, polisi membawa kedua saudara itu ke Polsek Samarinda Ulu. Keduanya tidak ditahan, melainkan diberikan pembinaan dan pendalaman masalah keluarga.
“Kami lakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang. Ini murni konflik keluarga, dan kami upayakan penyelesaian secara humanis,” kata Yudiansyah.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan segera melibatkan aparat jika terjadi konflik yang berpotensi membahayakan keselamatan bersama. (*)