Kronologi Siswa Tiga Sekolah di Palaran Terlibat Perkelahian

oleh -
oleh
Ilustrasi Perkelahian Pelajar/republika.co.id

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Hanya karena hal sepele, siswa SMP dari tiga sekolah di kawasan Palaran terlibat aksi perkelahian.

Perkelahian para siswa ini pun diketahui bermula saat remaja bernama Aldi siswa SMPN 44 dan Adi siswa SMPN 31 terlibat cekcok pada Kamis (2/12/2021) pukul 09.00 Wita pagi tadi.

Cekcok keduanya diketahui bermula dari aksi saling geber sepeda motor, saat kedua siswa ini menunggu antrean vaksinasi dosis dua di SMPN 14 kawasan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran.

Saat terlibat cekcok, kemudian muncul rekan Aldi bernama Darmawansyah yang juga siswa SMPN 44 dan coba melerai.

“Temannya ini (Darmawansyah) melerai ke arah yang satu (Adi). Nah diduga yang dilerai ini (Adi) merasa tersinggung. Dan ngerasa kayak dua (Aldi dan Darmawansyah) lawan satu (Adi),” ungkap Kapolsek Palaran, AKP Roganda diruangan kerjanya pukul 19.00 Wita tadi.

Saat keributan ketiganya semakin membesar, petugas keamanan setempat langsung melerai ketiganya dan meminta para remaja ini segera membubarkan diri.

Setelah dipaksa bubar, rupanya keributan mereka kembali terjadi.

Tepatnya pukul 11.20 Wita di sekitar perusahaan semen Bosowa. Tepatnya di Jalan Gaya Baru, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran.

“Mereka akhirnya kembali janjian ketemu di situ (Jalan Gaya Baru) dan terjadi perkelahian. Tapi dilerai lagi sama satpam perusahaan. Dan anak-anak ini kembali membubarkan diri,” imbuh Roganda.

Namun aksi keributan mereka pun kembali terjadi saat di ujung jalanan, rekan-rekan Adi dari MTS Nurul Islam tiba untuk memberi bantuan.

Kondisi saat itu pun kembali memanas. Salah satu rekan Adi, yakni Putra siswa MTS Nurul Islam langsung terlibat perkelahian dengan Darmawansyah.

“Kemudian di situ Darmawansyah ini langsung menyerang Putra. Dan keduanya pun langsung berkelahi,” tambahnya.

BERITA LAINNYA :  Peresmian Gedung Serba Guna Rawa Makmur, Wali Kota Andi Harun Tekankan Pentingnya Infrastruktur Ruang Publik

Diketahui saat itu Darmawansyah berhasil membanting Putra hingga terpelanting ke badan jalan. Tak berhenti, Darmawansyah bahkan menginjak bagian kepala Putra. Namun untung saja Putra saat itu mengenakan helm dan tidak mengalami luka serius.

“Karena melihat rekannya ini di hajar, kemudian teman-teman (Putra dari MTS Nurul Islam lainnya) langsung menyerang Darmawansyah ini,” bebernya.

Saat perkelahian siswa SMP ini memuncak, kemudian dari sisi jalan lainnya ada seseorang yang merekam kejadian tersebut dan langsung viral di dunia maya.

“Yang jelas permasalahan ini bukan karena rebutan perempuan. Dan ini juga bukan tauran antar sekolah,” tegas polisi berpangkat balok tiga emas ini.

Karena perkelahian remaja yang masih di bawah umur dan karena persoalan sepele, Gulo pun menekankan jika Korps Bhayangkara saat ini terus mengedepankan langkah persuasif dengan cara memediasi seluruh pihak dan melakukan pembinaan bagi para siswa yang terlibat keributan.

“Tentunya kita mintai keterangan pihak yang terlibat dan kalau bisa diselesaikan di sini. Kita bina. Soalnya kalau proses hukum bakal ada dampak psikologis kedepannya. Dan sekali lagi ini bukan tauran dan perebutan cewek ini hanya perkelahian,” tutup Gulo.

Untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan seluruh pihak baik dari keluarga para siswa, perwakilan pihak sekolah dan perwakilan dinas pendidikan telah berada di Polsek Palaran untuk mendiskusikan dan memediasi permasalahan para remaja tersebut. (*)