Menteri Sosial Jadi Tersangka, Presiden Jokowi Tegaskan Tak Akan Lindungi yang Terlibat Korupsi

oleh -
oleh
Presiden Jokowi/merdeka.com

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Jokowi mengatakan bantuan sosial (bansos) saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) telah menangkap dan menetapkan tersangka terhadap Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara, terkait kasus korupsi pengadaann bantuan sosial atau bansos penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial tahun 2020.

Menggapi hal itu,Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara.

Jokowi mengatakan bantuan sosial (bansos) saat ini sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi di tengah pandemi saat ini.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan bahwa pejabat negara seharusnya menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi baik untuk APBN maupun APBD provinsi, kabupaten, dan kota.

Hal ini dia sampaikan terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara sebagai tersangka penerima suap.

Dia diduga menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

“Itu uang rakyat, apalagi ini terkait dengan bansos, bantuan sosial dalam rangka penanganan covid dan pemulihan ekonomi nasional.

Bansos itu sangat dibutuhkan untuk rakyat,” kata dia, Minggu (6/12/2020).

Presiden juga menegaskan tidak akan melindungi yang terlibat korupsi dan pemerintah akan terus konsisten mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Saya tidak akan melindungi yang terlibat korupsi dan kita semuanya percaya KPK bekerja secara transparan, secara terbuka, bekerja secara baik, profesional,” ungkap dia.

BERITA LAINNYA :  Usut Korupsi Rp 6 Miliar, Penyidik Kejati Kaltim Periksa 12 Saksi Terkait Kasus Rasuah di Bapenda Berau 

Sementara itu, Sekjen Kemensos RI Hartono Laras menjelaskan, Kemensos akan terus berkerja keras untuk melaksanakan atau menyelesaikan program bantuan sosial baik program reguler maupun program khusus dari sisa waktu anggaran 2020 yang akan segera berakhir.

Di samping itu, Kemensos juga mempersiapkan pelaksanaan program 2021 yang sudah harus berjalan mulai bulan Januari.

“Saat ini total anggaran Kemensos sebesar Rp134,008 triliun dan realisasi sudah lebih dari 97,2% per-6 Desember 2020 atau tertinggi dari 85 Kementerian dan Lembaga.

Ini yang kita kawal terus,” lanjutnya, dalam keterangan Kemensos, Jakarta, Minggu (6/12/2020).

Sementara jumlah anggaran yang masuk skema program perlindungan sosial, baik yang reguler maupun non reguler (khusus), mencapai Rp128,78 triliun, realisasi juga lebih dari 98%. (*)

Artikel ini telah tayang di okezone.com dengan judul ‘Jokowi: Bansos Sangat Dibutuhkan Rakyat’ https://economy.okezone.com/read/2020/12/06/320/2322611/jokowi-bansos-sangat-dibutuhkan-rakyat?page=2