Pelaku yang Ancam Tembak Capres Anies, Polda Kaltim Beberkan Kronologisnya

oleh -
AN pelaku pengancaman penembakan Anies saat diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polda Kaltim. (IST)

PUBLIKKALTIM.COM – Pasca viralnya kasus pengancaman penembakan Capres Anies Baswedan.

Polisi yang berhasil mengamankan pelaku lantas mengungkap kronologis kejadian.

Dari peristiwa awal pelaku bernama AN (24) warga Kutai Timur yang menonton siaran debat capres melalui kanal Youtube, hingga dirinya mulai berkomentar di media sosial TikTok perkara ancaman penembakan kepada Anies.

Hal itu diungkapkan Kasubdit V Siber Krimsus Polda Kaltim, Kompol Kadek Adi Budi Astawa kalau pelaku mulai terpancing amarahnya, setelah mendengar pernyataan Anies yang memberi nilai 11 dari 100 untuk kinerja Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan.

“Awalnya yang bersangkutan itu nonton di YouTube live streaming debat capres. Di YouTube itu dia mendengar pada saat pak Anis ini menyampaikan penilaian pada pak Prabowo terkait selama dia jadi Menahan itu nilainya 11 dari 100,” sebutnya, Jumat (19/1/2024).

Merasa tidak setuju dengan perkataan Capres Anis, AN pun kemudian membuka media sosial TikTok.

Di akun media sosial itulah dirinya ikut mengomentari akun milik Capres Prabowo.

“Nah di TikTok itu rame terkait komentar-komentar masalah tembak kepala Anis. Kemudian dia ikut-ikutan. Ngetik lah si terduga ini di akun pribadi pak Prabowo,” ungkapnya.

BERITA LAINNYA :  Sebar Konten Asusila di Media Sosial, Pria di Balikpapan Diamankan Polda Kaltim

Dalam komentar itu AN menulis “Izin bapak nembak kepala Anis hukumannya berapa lama ya”. Namun tidak lama kemudian saat menghapus komentar tersebut.

“Begitu dia posting banyak yang komentar pro kontra habis itu di hapus sama dia setelah 1 jam,” sebutnya.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. AN sendiri dikenakan wajib lapor atas komentar pengancaman itu.

“Motifnya masih kita dalami, motif itu bisa kita simpulkan ketika seluruh pemeriksaan sudah dikatakan final.

Sementara pelaku kita wajibkan lapor. Karena Sangkan pasal yang kita pakai itu 45 b Jo 29 undangan-undangan 1 tahun 2024 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya. (*)