Pembunuh Berantai Paling Unik, Ted Bundy Gunakan Ketampanan untuk Koleksi Kepala Wanita

oleh -
Pembunuh berantai, Ted Bundy, saat berada dalam persidangan/CNN dan detik.com

PUBLIKKALTIM.COM – Theodore Robert Bundy alias Ted Bundy dikenal sebagai pembunuh berantai paling unik.

Ted Bundy memiliki kepiawaian untuk mengelabui korban-korbannya yang akan dibunuh.

Selain memiliki paras tampan, Bundy juga pandai berpura-pura.

Dikutip dari Murderpedia, Jumat (26/11/2021) Bundy memiliki berbagai cara untuk mendapatkan kepercayaan korban.

Kadang-kadang, dia berpura-pura terluka, mengenakan gendongan atau mengenakan gips palsu, seperti dalam pembunuhan Hawkins, Rancourt, Ott, Naslund, dan Cunningham.

Di lain waktu Bundy akan menyamar sebagai seorang aparat; dia berpura-pura menjadi polisi ketika mendekati Carol DaRonch.

Sehari sebelum dia membunuh Kimberly Leach, Bundy mendekati gadis muda Florida lain dengan berpura-pura menjadi ‘Richard Burton, Pemadam Kebakaran’.

Bundy memiliki keunggulan luar biasa karena wajahnya tampan.

Di tahun-tahun berikutnya, ia sering digambarkan seperti bunglon, mampu terlihat sangat berbeda dengan hanya melakukan sedikit penyesuaian pada penampilannya, misalnya menumbuhkan jenggot atau mengubah gaya rambutnya.

Semua korban Bundy adalah perempuan kulit putih dan sebagian besar berlatar belakang kelas menengah.

Hampir semuanya berusia antara 15 dan 25 tahun.

Banyak dari mereka adalah mahasiswa. Dalam bukunya, Rule (penulis biografi Ted Bundy) mencatat bahwa sebagian besar korban Bundy memiliki rambut lurus panjang yang dibelah tengah-seperti halnya kekasih Bundy, Stephanie Brooks.

BERITA LAINNYA :  Sesuai Parpol 4/2020, Seragam Satpam Bakal Diganti Mirip Korps Bhayangkara

Bundy mengaku telah membunuh 35 wanita.

Ia pun dihukum mati. Sebelum hukuman mati, Bundy mengaku memenggal setidaknya 6 orang korbannya dengan gergaji besi.

Dia menyimpan kepala yang terpenggal yang kemudian ditemukan di Gunung Taylor (Rancourt, Parks, Ball, Healy) di kamar atau apartemennya selama beberapa waktu sebelum akhirnya dibuang.

Dia mengaku mengkremasi kepala Donna Manson di perapian pacarnya.

Beberapa tengkorak korban Bundy ditemukan dengan gigi depan patah. Bundy juga mengaku berkali-kali mengunjungi jenazah korbannya di tempat pembuangan jenazah Taylor Mountain.

Dia menyatakan bahwa dia akan berbaring dengan mereka selama berjam-jam, merias mayat mereka dan berhubungan seks dengan tubuh mereka yang membusuk sampai pembusukan memaksanya untuk meninggalkan sisa-sisa.

Tidak lama sebelum kematiannya, Bundy mengaku mengembalikan jenazah Georgeann Hawkins untuk tujuan nekrofilia, kelainan memperkosa mayat. (*)

Artikel ini telah tayang di detiknews dengan judul  “Siasat Ngeri Ted Bundy: Gunakan Ketampanan untuk Koleksi Kepala Wanita” https://news.detik.com/berita/d-5830910/siasat-ngeri-ted-bundy-gunakan-ketampanan-untuk-koleksi-kepala-wanita.