PUBLIKKALTIM.COM – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, turun langsung bersama warga dalam kegiatan gotong royong massal penanganan banjir di Jalan Sukorejo, Kelurahan Lempake, Minggu (17/05/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan saluran drainase dan titik-titik penyumbatan yang selama ini memicu genangan air di kawasan tersebut.
Sejak pagi hari, warga sudah berkumpul di halaman Masjid Baiturrahman Lempake.
Pemerintah kota bersama unsur kecamatan dan kelurahan kemudian bergabung untuk melakukan aksi bersih lingkungan secara serentak di beberapa titik rawan banjir.
Kehadiran Pagi dan Kebersamaan Warga
Saefuddin Zuhri datang lebih awal dan langsung berbaur dengan masyarakat tanpa sekat protokoler.
Ia menyapa warga, mengajak mereka bergerak bersama, dan ikut mengarahkan titik-titik kerja di lapangan.
Kehadirannya menciptakan suasana kebersamaan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Harus ada partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan,” ujar Saefuddin Zuhri di sela kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, Saefuddin tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga ikut turun tangan membersihkan saluran air yang tersumbat.
Ia bersama petugas dan warga mengangkat endapan lumpur serta sampah yang menghambat aliran air.
Pekerjaan serupa juga dilakukan di beberapa titik lain seperti kawasan Simpang Gunung Kapur dan area sekitar masjid.
Pemerintah daerah menargetkan normalisasi aliran air agar genangan dapat berkurang secara signifikan saat hujan turun.
Dukungan dan Antusiasme Warga
Warga menyambut positif keterlibatan langsung pimpinan daerah tersebut.
Mereka merasa lebih termotivasi dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan gotong royong.
“Kalau pemimpin turun langsung seperti ini, kami jadi lebih semangat. Rasanya kami tidak bekerja sendiri,” kata salah satu warga Lempake yang ikut dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah Kota Samarinda menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini bukan hanya agenda sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah rawan genangan.
Saefuddin menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia meminta warga tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik.
“Kami akan terus mendorong kegiatan seperti ini secara rutin. Penanganan banjir harus dilakukan bersama dan berkesinambungan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara aparat dan masyarakat dalam menjaga lingkungan, sekaligus meminimalkan dampak banjir di Kelurahan Lempake dan sekitarnya. (*)