Saefuddin Zuhri Hadiri Seabad Ilmu Sejati, Masyarakat Samarinda Rayakan Warisan Budaya dan Budi Pekerti

oleh -
oleh
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menghadiri peringatan HUT ke-100 Perguruan Ilmu Sejati/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 Perguruan Ilmu Sejati yang digelar di Gedung Perguruan Ilmu Sejati Perwakilan Daerah Samarinda, Jalan Karya Bakti RT 48, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran.

Acara berlangsung pada Sabtu (31/1/2026) dengan nuansa khidmat dan kekeluargaan.

Hadirkan Tokoh Pemerintah dan Masyarakat

Acara dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus perguruan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  Samarinda, Yosua Laden, Camat Palaran, Muhammad Dahlan, Lurah Rawa Makmur, Sugik, serta Romo Perguruan Ilmu Sejati, R. Kresno Dwipoyono Prawiro Sudarso, beserta keluarga besar perguruan.

Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang perguruan yang telah mencapai satu abad.

“Seratus tahun adalah perjalanan panjang yang mencerminkan keteguhan, konsistensi, serta kepercayaan masyarakat. Perguruan Ilmu Sejati sejak pertama kali diajarkan oleh almarhum Raden Soedjono Prawiro Soedarso pada tahun 1925 telah menjadi wadah pembinaan budi pekerti keluarga di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Saefuddin Zuhri.

Tegaskan Pentingnya Nilai Luhur dan Budaya

Saefuddin Zuhri menekankan bahwa nilai-nilai luhur yang diajarkan Perguruan Ilmu Sejati sejalan dengan semangat pembangunan karakter bangsa.

Ia menegaskan bahwa perguruan berperan penting dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, berbudaya, serta menjunjung tinggi persatuan dan toleransi.

BERITA LAINNYA :  Open House Wakil Wali Kota Samarinda, Tradisi Satukan Pemimpin dan Masyarakat

“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran perguruan seperti Ilmu Sejati menjadi sangat penting dalam menjaga nilai moral, etika, dan kebudayaan lokal agar tetap lestari dan relevan,” tambahnya.

Sebagai simbol penghormatan terhadap budaya, Saefuddin Zuhri  menyerahkan tokoh wayang kepada Romo Perguruan Ilmu Sejati.

Wayang tersebut melambangkan filosofi kehidupan, tuntunan moral, dan warisan budaya yang sarat makna.

Bakti Sosial dan Pagelaran Wayang

Dalam rangka HUT ke-100, Saefuddin Zuhri juga menyerahkan bingkisan bakti sosial kepada warga sekitar.

Kegiatan ini menunjukkan kepedulian sosial serta semangat berbagi yang menjadi bagian dari nilai-nilai perguruan.

Acara ditutup dengan penayangan pagelaran wayang, yang menjadi puncak peringatan satu abad Perguruan Ilmu Sejati.

Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, diikuti oleh keluarga besar perguruan dan masyarakat sekitar, serta menjadi momentum refleksi perjalanan panjang perguruan sekaligus pengingat pentingnya melestarikan nilai-nilai luhur bangsa di tengah dinamika kehidupan modern. (*)