PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pejuang ekonomi. Langkah nyata ini terlihat saat Wakil Walikota Samarinda terima audiensi BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda pada Jumat (13/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Walikota tersebut membahas penguatan sinergi demi menjamin keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja di Kota Tepian.
Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyambut langsung jajaran direksi dan staf BPJS Ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja merupakan pilar penting dalam membangun kota yang maju. Menurutnya, setiap pekerja memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja maupun jaminan hari tua.
Wakil Walikota Samarinda Terima Audiensi BPJS Ketenagakerjaan Guna Perkuat Sinergi
Dalam dialog yang berjalan hangat tersebut, Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja BPJS Ketenagakerjaan selama ini. Ia menilai lembaga ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menekan angka kemiskinan baru akibat risiko kerja. Momen Wakil Walikota Samarinda terima audiensi BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi titik balik untuk mengevaluasi cakupan kepesertaan yang sudah ada.
Saefuddin menginginkan koordinasi yang lebih taktis antara dinas terkait dengan pihak BPJS. Ia memerintahkan jajarannya untuk mempermudah jalur birokrasi bagi perusahaan maupun individu yang ingin mendaftarkan diri. Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen penuh dalam mendukung program-program jaminan sosial agar menjangkau seluruh pelosok kota.
“Kami tidak ingin melihat ada warga yang kesulitan ekonomi karena mengalami musibah saat bekerja. Sinergi ini harus memberikan solusi konkret bagi mereka,” ujar Saefuddin di sela-sela pertemuan.
Menjamin Keselamatan Pekerja Formal dan Informal di Kota Samarinda
Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah perluasan jangkauan bagi pekerja sektor informal. Saefuddin Zuhri menyoroti para pedagang pasar, pengemudi transportasi daring, hingga buruh harian lepas. Ia berpendapat bahwa kelompok ini sering kali terlupakan dalam sistem perlindungan formal, padahal mereka memiliki risiko kerja yang cukup tinggi.
Melalui momen Wakil Walikota Samarinda terima audiensi BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah mendorong inovasi skema iuran yang terjangkau bagi rakyat kecil. Saefuddin meminta BPJS Ketenagakerjaan lebih aktif turun ke lapangan untuk melakukan edukasi secara langsung. Ia percaya bahwa pemahaman yang baik akan meningkatkan kesadaran warga untuk mendaftarkan diri secara mandiri.
“Pekerja informal adalah tulang punggung ekonomi kita. Mereka harus memiliki tameng perlindungan yang kuat agar keluarga mereka tetap terjamin jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya kembali.
Manfaat Nyata Santunan bagi Ahli Waris dan Masa Depan Keluarga
Salah satu poin krusial yang muncul dalam audiensi tersebut adalah efektivitas penyaluran santunan. Saefuddin mengungkapkan data mengenai pemberian santunan kecelakaan kerja yang telah mencapai angka ratusan juta rupiah bagi ahli waris di Samarinda. Ia melihat angka tersebut sebagai bukti nyata bahwa program jaminan sosial memberikan dampak langsung bagi ketahanan ekonomi keluarga.
Bagi Saefuddin, santunan kematian sebesar Rp285 juta yang sempat dibahas dalam pertemuan merupakan bentuk tanggung jawab negara. Ia menekankan bahwa uang tersebut membantu anak-anak pekerja untuk tetap melanjutkan pendidikan meskipun tulang punggung keluarga telah tiada. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk menciptakan Samarinda yang ramah dan aman bagi seluruh warganya.
Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha di Samarinda untuk menunjukkan kepedulian yang sama. Pengusaha wajib mendaftarkan seluruh karyawannya tanpa kecuali. Saefuddin tidak akan segan memberikan teguran bagi perusahaan yang mengabaikan hak-hak dasar perlindungan tenaga kerja ini.
Harapan Masa Depan: Samarinda sebagai Kota Ramah Pekerja
Menutup pertemuan tersebut, Saefuddin Zuhri menggantungkan harapan besar agar cakupan jaminan sosial di Samarinda mencapai angka 100 persen. Ia percaya bahwa kota yang ramah bagi pekerja akan menarik lebih banyak investasi dan menciptakan iklim ekonomi yang stabil. Kesuksesan program ini memerlukan kerja keras kolektif dari pemerintah, BPJS, dan kesadaran masyarakat itu sendiri.
Momen Wakil Walikota Samarinda terima audiensi BPJS Ketenagakerjaan ini akan segera ditindaklanjuti dengan serangkaian program sosialisasi di tingkat kecamatan. Saefuddin berjanji akan memantau secara langsung perkembangan jumlah kepesertaan setiap bulannya. Ia ingin memastikan bahwa komitmen yang lahir di ruang kerja tersebut benar-benar terealisasi di lapangan.
Pemerintah Kota Samarinda tetap konsisten menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. Dengan perlindungan menyeluruh, para pekerja dapat menjalankan tugasnya dengan rasa aman dan tenang. Hal inilah yang menjadi modal utama dalam mewujudkan visi Samarinda sebagai pusat peradaban yang berkeadilan bagi seluruh lapisan pekerja.
(Redaksi)