Saefuddin Zuhri Minta Pasokan Pangan dan BBM di Samarinda Aman Jelang Nataru

oleh -7 views
oleh
Suasana Rakor Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Selasa (3/11/2026)/Foto: Pemkot Samarinda
PUBLIKKALTIM.COM– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Langkah ini dilakukan sejak dini guna mengantisipasi lonjakan permintaan, kenaikan harga komoditas, serta potensi gangguan distribusi pada akhir tahun.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, membahas kesiapan tersebut bersama jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Samarinda dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Selasa (3/11/2026).

Rakor berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai III, Kantor Balai Kota Samarinda. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, memimpin rapat mingguan tersebut.

Para gubernur, bupati, wali kota, serta jajaran perangkat daerah dari seluruh Indonesia turut mengikuti kegiatan itu.

Dalam rakor tersebut, pemerintah pusat menyoroti kenaikan harga cabai yang terjadi di sejumlah daerah.

Sementara itu, data statistik Kota Samarinda per 2 November 2026 mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 4,39 persen dan inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) sebesar 0,30 persen.

Di Samarinda, daging ayam ras menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar.

Adapun harga cabai relatif stabil pada kisaran Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Saefuddin Zuhri bersama perangkat daerah terkait kemudian membahas perkembangan harga dan ketersediaan komoditas tersebut.

Perumda Varia Niaga Samarinda menyampaikan kondisi pasokan daging ayam ras.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Perdagangan memaparkan perkembangan harga dan pasokan cabai di pasar.

Dalam pembahasan itu, Nadya Turisna turut memaparkan sejumlah faktor fundamental yang memengaruhi pergerakan harga di Samarinda.

BERITA LAINNYA :  Cegah Gelombang Ketiga Virus Corona, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru

Faktor tersebut meliputi perubahan cuaca, gejolak pasokan hortikultura, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah, tekanan sektor penerbangan dan konektivitas regional, kondisi pascatahun ajaran baru, hingga dinamika harga komoditas global.

Berbagai faktor tersebut menjadi bahan pertimbangan TPID dalam menyusun langkah mitigasi agar gejolak harga tidak membebani masyarakat.

Selain sektor pangan, Saefuddin juga meminta Pertamina Patra Niaga Samarinda menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), terutama BBM bersubsidi.

Ia menekankan pentingnya mengantisipasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU agar tidak mengganggu kelancaran pelayanan maupun aktivitas pengguna jalan.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kita perlu mengantisipasi kemungkinan peningkatan permintaan dan pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok. Karena itu, persiapan harus dilakukan sejak sekarang, terutama melalui penguatan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di wilayah yang membutuhkan,” tegas Saefuddin.

Melalui koordinasi TPID bersama perangkat daerah, Perumda Varia Niaga, Pertamina Patra Niaga, dan pihak terkait lainnya, Pemkot Samarinda berkomitmen memperkuat pengawasan pasokan serta mengendalikan harga secara terukur.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, memastikan distribusi berjalan lancar, serta memenuhi kebutuhan pangan dan energi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru. (*)

1.086 Tayangan