PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Mencari sebab pasti ledakan kapal tongkang bermuatan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di galangan PT Barokah Perkasa rencana akan melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).
Hal ini diutarakan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, melalui Kasat Polairud, AKP Iwan Pamuji saat dikonfirmasi, Sabtu (13/2/2021) siang tadi.
Sulitnya lokasi ledakan, mengingat kondisi kapal yang sebagiannya masih tenggelam membuat pihak kepolisian harus mendatangkan tim Puslabfor.
Meski demikian, upaya penyelidikan awal pun terus dilakukan sejak dua hari silam.
Yakni mulai awal ledakan terjadi pada Kamis (11/2/2021) pukul 14.50 Wita lalu hingga saat ini.
“Olah TKP belum bisa. Kami hanya melihat kondisinya secara utuh untuk dijadikan laporan,” tuturnya.
Beberapa orang saksi dikatakan Iwan tengah dimintai keterangan di markasnya terkait ledakan yang diduga menelan korban jiwa tersebut.
Penyelidikan kasus ledakan kapal itupun dibantu Satreskrim Polresta Samarinda.
“Kami akan datangkan Puslabfor untuk menyelidikinya. Saat ini masih koordinasi,” ujar Iwan.
Karena belum dapat dilakukannya olah TKP. Polisi tidak membawa apapun dari TKP sebagai barang bukti.
“Ya, kita tunggu Puslabfor nanti,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, suasana Kota Tepian tepatnya di galangan PT Barokah Perkasa, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan pada Kamis lalu berbuah mencekam setelah dentuman ledakan terdengar hingga lima kali.
Radius ledakan pun pasalnya terdengar hingga lima kilometer dan mengetarkan bangunan warga di sekitar area galangan.
Kobaran api pun menyala di bibir Sungai Mahakam dan dikabarkan tiga orang menghilang yang mana diduga sebagai korban ledakan tersebut. (*)