Status Siaga Tinggi, Kementerian Pertahanan AS Kirim Ribuan Tentara Ke Wilayah Washington DC

oleh -
oleh
Ilustrasi kerusahan Washington DC/Kompas.com

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Mancanegara yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang kerusuhan terjadi di walayah Washington DC.

Saat ini wilayah Washington DC. menjadi pusat perhatian Kementrian Petahana AS, pasalnya daerah tersebut telah berstatus siaga tinggi.

Kementerian Pertahanan alias Pentagon memindahkan sekitar 1.600 tentara ke wilayah Washington DC, setelah beberapa malam protes dengan kekerasan di Ibu Kota Amerika Serikat (AS).

“Elemen-elemen tugas aktif ditempatkan di pangkalan militer di National Capitol Region tetapi tidak di Washington DC,” kata juru bicara Pentagon Jonathan Rath Hoffman, Selasa (1/6), seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan, pasukan berada pada “status siaga tinggi” tetapi “tidak berpartisipasi dalam dukungan pertahanan untuk operasi otoritas sipil”.

“Pasukan termasuk polisi militer dan mereka yang memiliki kemampuan teknik, bersama dengan batalion infantri,” imbuh Hoffman.

Sebelumnya, pejabat senior Departemen Pertahanan AS mengatakan pada Senin (1/6), unit tempur AS akan pindah ke wilayah Washington.

Sementara Facebook Inc menangguhkan akun-akun yang terkait dengan kelompok-kelompok nasionalis kulit putih yang menganjurkan membawa senjata dalam gelombang protes anti-rasis, menyusul kematian George Floyd saat ditahan polisi Minneapolis.

Perusahaan media sosial asal AS tersebut, Selasa (2/6), menyatakan, mereka juga menghapus akun palsu yang mengklaim kesetiaan kepada Antifa dalam rangka mendiskreditkan gerakan anti-fasis.

BERITA LAINNYA :  Detik-detik Gempa Guncang Bengkulu, BMKG: Hati-Ada Gempa Susulan

Penganut Antifa mengatakan, mereka fokus membela orang dari serangan pihak berwenang atau warga, tetapi difitnah oleh Presiden Donald Trump yang tanpa mengutip bukti menyatakan kelompok ini adalah penghasut kekerasan anti-polisi.

Beberapa akun nasionalis kulit putih yang dihapus terkait dengan Proud Boys, yang sebelumnya Facebook klasifikasikan sebagai kelompok berbahaya. Akun yang lain memiliki koneksi ke grup bernama American Guard.

Facebook menegaskan, mereka bertindak berdasarkan perilaku, bukan politik dari konten apa pun. Dan, jejaring sosial ini tidak menyebut Antifa sebagai kelompok berbahaya.

“Akun Antifa yang menyesatkan dihapus karena “perilaku tidak autentik,” karena mereka mengaku sesuatu yang bukan mereka,” kata Facebook dalam pernyataan seperti dilansir Reuters. (*)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul “AS rusuh, Pentagon kirim 1.600 tentara denga status siaga tinggi ke Washington” https://internasional.kontan.co.id/news/as-rusuh-pentagon-kirim-1600-tentara-denga-status-siaga-tinggi-ke-washington?page=all