PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kaltim digelar di Samarinda, Sabtu (18/9/2021) kemarin.
Dua kandidat bertarung memperebutkan kursi pimpinan olahraga tepok bulu ini di Bumi Etam, Mudiyat Noor dan Junaidi.
Bersaing secara ketat, Mudiyat Noor akhirnya keluar sebagai pemenang dengan unggul tipis 6-5 dari total 11 pemilik suara sah saat Musprov.
“Alhamdulillah saya dipercaya mengemban amanah olahraga yang banyak digandrungi masyarakat ini. Semoga ini angin segar bagi atmosfer Bulutangkis di Kaltim,” ujarnya saat diwawancara.
Usai terpilih sebagai Ketua PBSI Kaltim, pria yang akrab disapa Mudiyat ini langsung membentuk tim guna menyusun formasi kepengurusan PBSI Kaltim.
“Kita gerak cepat beberapa nama calon pengurus sudah saya kantongi, yang jelas mengakomodir dari segi pembinaan secara teknis, maupun pengembangan keorganisasian,” lanjutnya.
Target jangka pendek dan jangka panjang pun menjadi perhatian PBSI Kaltim dibawah komando Mudiyat Noor.
“Jangka pendek jelas PON Papua, kita mengirimkan 11 atlet terbaik. Harapan kita bisa menyumbangkan medali untuk kontingen Kaltim,” urainya.
“Jangka panjang kita fokus pada pembinaan usia muda. Banyak bibit-bibit potensial di Kaltim, haris dibina agar kita tidak kehabisan generasi Bulutangkis,” tambahnya.
Selain itu, Mudiyat juga menargetkan kenaikan peringkat Bulutangkis Kaltim secara Nasional.
“Sekarang kita posisi ada di 5 besar, target kita 3 besar Nasional. Kita punya deretan atlet yang berprestasi, harusnya bisa lebih dari apa yang kita capai saat ini,” jelasnya.
Terkait persiapan PON Papua yang dihelat Oktober mendatang, Mudiyat mengaku tim Bulutangkis siap berjuang di tanah Papua.
“Meloloskan 11 atlet di event akbar sekaliber PON bukan perkara mudah, tapi kita bisa mencapai itu.
Persiapan sudah matang, semoga apa yang kita targetkan bisa tercapai,” pungkas Mudiyat. (*)