PUBLIKKALTIM.COM – Setelah tamat SMA, memilih jurusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan matang-matang.
Ada beberapa alasan yang membuat jurusan-jurusan ini tidak diminati calon mahasiswa yang hendak kuliah.
Tentu orang tidak ingin terjebak di jurusan yang salah dalam melanjutkan pendidikan.
Pasalnya, orang menganggap jika salah memilih jurusan akan kesulitan mencari kerja ketika lulus dari jurusan tersebut.
Sejumlah jurusan dianggap favorit karena disebut mudah mencari kerja, tapi sebagian lainnya justru lebi suka yang sepi peminat dengan berbagai alasan.
Berikut beberapa jurusan sepi peminat yang bisa dipertimbangkan saat memilih kampus dan jurusan dilansir dari cnnindonesia.com
I. Filsafat
Jurusan ini cukup penting karena bisa membuat seseorang berpikir lebih kritis.
Meski demikian jurusan ini memang tergolong sepi peminat.
2. Kehutanan
Dilansir dari berbagai sumber, jurusan ini memang tergolong sepi peminat karena banyak yang menganggap setelah lulus kuliah alumninya hanya jadi penjaga hutan.
Padahal jurusan ini tergolong penting, Presiden RI Joko Widodo juga merupakan lulusan Kehutanan UGM.
3. Arkeologi
Tidak banyak yang mengenal jurusan ini, makanya wajar jika peminatnya sepi.
Padahal jurusan ini cukup menarik karena selama kuliah lebih banyak melakukan studi lapangan.
Jika sudah lulusan pun peluang kerja cukup besar bahkan bisa direkrut oleh arkeolog dari luar negeri.
4. Ilmu Perpustakaan
Dilansir dari Indonesia College, di jurusan ini mahasiswa belajar berbagai hal yang berguna di dunia kerja.
Misalnya pengarsipan, pengorganisasian, sistem perpustakaan dan beberapa mata kuliah lainnya.
Lulusan jurusan ini memiliki peluang kerja yang cukup luas, dari mulai pustakawan hingga sekretaris.
5. Antropologi sosial
Di jurusan ini banyak hal yang akan dipelajari, misalnya interaksi manusia di dalam sebuah kelompok, budaya dan berbagai hal lain.
Orang mengira lulusan ini akan sulit mencari kerja, padahal banyak pekerjaan yang bisa dilakukan para lulusan Antropologi Sosial salah satunya wartawan bahkan peneliti. (*)