PUBLIKKALTIM.COM – Australia mengklaim salah satu pesawat militernya disorot laser oleh kapal angkatan laut China.
Australia mengatakan tindakan tersebut berpotensi membahayakan nyawa.
“Berpotensi membahayakan nyawa … tidak profesional dan tidak aman,” kata militer Australia dikutip dari CNN International.
Insiden ini terjadi 15 Februari. Kala itu, pesawat P-8A Australia terbang di atas Laut Arafuru.
Pesawat pengintai dan anti-kapal selam perang tersebut tengah berada di atas laut wilayah utara Australia dan pulau Papua Nugini.
Pilot yang menjadi sasaran serangan laser melaporkan kilatan disorientasi, nyeri, kejang, bintik-bintik dalam penglihatan, hingga kebutaan sementara.
Kapal China itu, diklaim Rusia, adalah Hefei sebuah kapal perusak peluru kendali dan Jinggang Shan, kapal dermaga amfibi.
Ini adalah kedua kedua kali sejak Australia mengumumkan hal sama di 2019.
Sebelumnya, Australia dan China memang tegang karena sejumlah hal.
Sejak 2020, keduanya bertikai soal asal usul Covid-19 yang membuat China melakukan sejumlah tindakan boikot ke produk asal Australia.
Australia sendiri bergabung dalam kemitraan baru di Indo Pasifik bernama AUKUS, yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia.
Sejak akhir 2021, kerjasama kapal selam nuklir antara ketiga negara itu resmi dimulai.
China sendiri belum memberi konfirmasi soal ini. (*)