Bahas Penyelamatan Pilot Susi Air, Kepolisian Selandia Baru Berkunjung ke Polda Papua

oleh -
oleh
Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Merthens ada bersama Egianus Kogoya hang merupakan pimpinan tertinggi KKB di wilayah Nduga, Papua Pegunungan/tribunnews.com

PUBLIKKALTIM.COM – Kepolisian Selandia Baru berkunjung ke Polda Papua.

Kedatangan kepolisian Selandia Baru untuk membahas proses pembebasan pilot Susi Air, Kapten Philip M.

Hal itu diungkap oleh Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri.

Pertemuan berlangsung tertutup di Markas Komando Brimob Detasemen B Polda Papua, Timikia, Rabu (13/2) lalu.

Irjen Mathius usai pertemuan mengatakan atase kepolisian Selandia Baru ingin mengetahui gambaran proses penyelamatan pilot Susi Air yang disandera OPM.

“Makannya mereka datang, bagaimana gambaran penanganan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia, dan dalam hal ini Polda Papua,” ujar Mathius dikutip dari CNN Indonesia TV.

“Ini yang kita jelaskan dan mudah-mudahan langkah-langkah ini yang disampaikan kepada mereka,” ujarnya.

Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan tim gabungan TNI dan Polri melakukan pencarian di wilayah Nduga dan sekitarnya.

Sebelumnya, tiga orang diplomat Selandia Baru serta perwakilan Kementerian Luar Negeri bertemu dengan Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal I Nyoman Cantiasa di Kabupaten Mimika, Papua, Senin (13/2).

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kodam XVII/Cenderawasih, para diplomat itu yakni Brendan Andrew Stanbury, Patrick John Fitzgibbon, dan Alexander Mcsporran.

BERITA LAINNYA :  Daftar ke KPU, Fahri Hamzah Serukan Anis Matta Presiden 2024

Pilot pesawat Susi Air Kapten Philip M masih disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) usai pesawatnya dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua pada 7 Februari lalu.

Terhitung hingga hari ini, Sabtu (18/2), sudah 10 hari Philip dibawa oleh KKB Pimpinan Egianus Kogoya.

KKB sempat merilis foto dan video yang menunjukkan kondisi pilot tersebut.

Dalam foto, tampak pilot dikawal oleh sejumlah pasukan KKB lengkap dengan senjata api dan panah.

Dalam salah satu video Philip menyampaikan pesan singkat, “Papua OPM menangkap saya untuk Papua Merdeka.” Dia juga melanjutkan mengatakan kalimat yang sama dalam bahasa Inggris.

“Kelompok Papua menangkap saya dan mereka berjuang untuk kemerdekaan Papua. Mereka minta agar militer Indonesia pulang dan jika tidak mereka tetap menahan saya dan keselamatan saya akan terancam,” pungkasnya. (*)