Belum Berhasil Dievakuasi, Jenazah Pratu Miftahul Arifin Masih Dalam Jurang

oleh -
oleh
Ilustrasi Jurang/pixabay.com

PUBLIKKALTIM.COM – Jenazah Pratu Miftahul Arifin masih belum berhasil dievakuasi.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyatakan proses evakuasi jasad Pratu Arifin sempat tertunda karena kondisi cuaca.

Ia diketahui tewas tertembak dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Sabtu (16/4) dan Jenazahnya jatuh ke dalam jurang.

“Saat ini, konsentrasi evakuasi yang meninggal karena yang meninggal kemarin disampaikan terjatuh di jurang. Ini kita usahakan kita evakuasi,” ujar Yudo di Posko Lanud Timika, Selasa (18/4).

Yudo menyampaikan TNI sebelumnya fokus mengevakuasi prajurit yang luka-luka.

Ada empat orang prajurit yang menderita luka tembak setelah kontak senjata dengan KKB.

Dia berkata empat orang itu telah berhasil evakuasi. TNI langsung mengirim empat prajurit itu ke rumah sakit.

Pada saat yang sama, masih ada empat prajurit yang hilang kontak. Yudo berkata TNI akan mencari empat orang tersebut.

BERITA LAINNYA :  Meski Belum Nyatakan Dukungan, Rhoma Irama Mengaku Sudah Siapkan Lagu untuk Amin

“Yang masih belum terkonfirm saat ini empat personel. Masih kita cari bersama,” ujarnya.

TNI dan KKB terlibat kontak senjata Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (16/4).

Bentrokan itu terjadi saat TNI hendak mengevakuasi pilot Susi Air Philip Mertens.

Satu orang prajurit tewas hingga jatuh ke jurang sedalam 15 meter dalam kejadian itu.

TNI menyatakan akan melakukan tindakan tegas usai kematian prajuritnya. (*)

1.005 Tayangan