PUBLIKKALTIM.COM – Lonjakan jumlah kendaraan bermotor di Kota Samarinda kini menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kendaraan roda dua dan roda empat di ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim) itu telah menembus lebih dari satu juta unit, bahkan melampaui jumlah penduduk.
Sementara, dari data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri per 12 Juli 2026, jumlah kendaraan di Samarinda tercatat mencapai 904.150 unit sepeda motor dan 107.381 unit mobil pribadi.
Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Samarinda pada 2025 sebanyak 893.385 jiwa. Selisih tersebut menunjukkan pertumbuhan kendaraan yang jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan penduduk.
Menanggapi hal tersebut, ketua komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) mulai mengalokasikan anggaran untuk menghadirkan moda transportasi massal pada tahun 2027.
“Bayangkan kalau seluruh kendaraan itu digunakan secara bersamaan, mau parkir di mana? Karena itu kami mendorong agar transportasi massal mulai dihadirkan pada 2027. Masyarakat harus memiliki pilihan sehingga tidak terus bergantung pada kendaraan pribadi,” Ungkap Deni sapaan karibnya, Kamis (16/7/2026).
Politisi dari partai Gerindra itu juga menilai pengembangan angkutan massal tidak hanya bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari peningkatan pelayanan publik di sektor transportasi.
“Dengan kondisi Samarinda yang sudah sangat terbatas untuk menambah ruas jalan, tidak banyak pilihan yang bisa diambil. Karena itu kami meminta Pemkot segera menyiapkan layanan transportasi massal sebagai fasilitas publik yang layak. Pungkas Deni. (ADV)