PUBLIKKALTIM.COM – Kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang masih menimpa perempuan dan anak menjadi keprihatinan berbagai pihak.
Di balik setiap kasus, korban tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma berkepanjangan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang, rasa aman, hingga masa depan mereka.
Menanggap permasalahan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi prioritas dalam penegakan hukum.
Menurutnya, pelaku kekerasan seksual perlu dijatuhi hukuman yang memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terus berulang.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas sesuai aturan yang berlaku. Tujuannya bukan hanya menghukum pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan yang maksimal kepada perempuan dan anak sebagai kelompok yang rentan menjadi korban,” Ungkap Puji sapaan karibnya, Jum’at (24/7/2026).
Selain itu, Puji juga menyatakan dukungan penuh dengan adanya penerapan sanksi berat, termasuk hukuman kebiri kimia, terhadap pelaku dalam kasus-kasus tertentu.
Namun, dirinya menekankan bahwa pemberian hukuman tersebut harus melalui proses peradilan, memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, serta mempertimbangkan seluruh aspek yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Kasus dengan tingkat kejahatan yang berat, apalagi dilakukan oleh orang terdekat korban atau pelaku berulang, tentu memerlukan penanganan dan sanksi yang lebih tegas agar tidak menimbulkan korban baru,” Tegas Puji.
Politisi dari partai Demokrat itu menekankan pentingnya penindakan terhadap pelaku, Sri Puji meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap pemulihan korban.
“Jangan sampai perhatian hanya tertuju pada pelaku. Korban juga harus mendapatkan pendampingan agar dapat memulihkan trauma, kembali merasa aman, dan melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik,” Tutup Puji. (ADV)