Budaya Jadi Fondasi Pembangunan, Andi Harun Masuk Tiga Besar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun, menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional Hari Kebudayaan yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Selasa (28/10/2025), di Ruang Rektorat Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda.

PUBLIKKALTIM.COM – Upaya serius Pemerintah Kota Samarinda dalam menempatkan kebudayaan sebagai pilar pembangunan daerah kembali membuahkan hasil. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, berhasil menembus tiga besar Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026.

Penghargaan ini menempatkan Samarinda sebagai salah satu kota yang dinilai konsisten mengembangkan kebudayaan secara inklusif dan berkelanjutan di tingkat nasional.

Masuknya Andi Harun ke jajaran tiga besar menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan kebudayaan yang dijalankan Pemkot Samarinda memiliki arah jelas, kesinambungan program, serta dampak nyata bagi pelaku dan komunitas budaya. PWI Pusat menilai Samarinda tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu mengadaptasikannya dengan dinamika pembangunan kota modern.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Apresiasi Kepala Daerah Visioner

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat merupakan agenda nasional yang secara khusus memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang menunjukkan komitmen kuat dalam pemajuan kebudayaan. Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen yang melibatkan unsur pers, akademisi, serta pegiat budaya dari berbagai daerah.

Dewan juri menekankan bahwa penghargaan ini tidak menilai kegiatan budaya secara parsial atau seremonial. Sebaliknya, juri menyoroti kebijakan yang berpihak pada kebudayaan, keberlanjutan program, serta keberhasilan kepala daerah dalam membangun ekosistem budaya yang hidup dan produktif.

Selain itu, kemampuan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan kebudayaan ke dalam perencanaan pembangunan juga menjadi aspek penting. Kepala daerah yang dinilai layak menerima penghargaan adalah mereka yang menjadikan kebudayaan sebagai identitas dan kekuatan sosial-ekonomi daerah.

Kebijakan Pemkot Samarinda Dinilai Berpihak pada Pelaku Budaya

PWI Pusat menilai keberhasilan Wali Kota Samarinda tidak terlepas dari kebijakan yang secara konsisten memberikan ruang dan dukungan kepada pelaku seni dan budaya lokal. Pemkot Samarinda aktif memperkuat ruang ekspresi budaya melalui fasilitas publik, dukungan program, serta kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah kota juga mendorong keterlibatan komunitas kreatif, seniman, budayawan, lembaga pendidikan, hingga media massa dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan. Pendekatan kolaboratif ini dinilai mampu menciptakan ekosistem budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.

Kebijakan tersebut sejalan dengan tema Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, yakni “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.”

Samarinda Sejajar dengan Kota Nasional Lainnya

Dalam tahapan seleksi awal, PWI Pusat menetapkan sepuluh kepala daerah terbaik nasional sebagai finalis Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Dari sepuluh finalis tersebut, tiga wali kota berhasil masuk tiga besar kategori wali kota.

BERITA LAINNYA :  Dapat Pujian dari Mendagri, Andi Harun Beberkan Kunci Utama Suksesnya Pengendalian Inflasi di Samarinda

Ketiga kepala daerah tersebut yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskan. Sementara tujuh finalis lainnya berasal dari kategori bupati yang juga dinilai memiliki komitmen kuat dalam pemajuan kebudayaan daerah.

Masuknya Samarinda dalam tiga besar menunjukkan bahwa kota ini mampu bersaing secara sehat dengan daerah lain dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian budaya.

Finalis Akan Ikuti Presentasi Program di Jakarta

Tahapan penilaian selanjutnya akan berlangsung di Jakarta pada 8–9 Januari 2026. Seluruh finalis dijadwalkan mengikuti sesi presentasi dan pendalaman program di hadapan dewan juri.

Pada kesempatan tersebut, masing-masing kepala daerah akan memaparkan kebijakan, inovasi, serta praktik baik dalam pemajuan kebudayaan di wilayahnya. Dewan juri akan menggali lebih dalam konsistensi program, dampak kebijakan, serta strategi keberlanjutan yang telah dan akan dijalankan.

Penghargaan Akan Diumumkan pada HPN 2026

Puncak Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 akan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026.

Pada momen ini, PWI Pusat akan mengumumkan kepala daerah penerima penghargaan utama dari masing-masing kategori. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebudayaan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Bagi Pemerintah Kota Samarinda, capaian ini menjadi refleksi kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Pemkot Samarinda berharap, pengakuan nasional ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan kebudayaan daerah sebagai bagian penting dari pembangunan manusia, sosial, dan ekonomi kota.

(Redaksi)