Wali Kota Samarinda Laksanakan Pembukaan Simbolik Wisbel Ramadan 2026 di GOR Segiri

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan Pembukaan Simbolik Wisbel 2026 dengan menabuh beduk di area GOR Segiri./IST

PUBLIKKALTIM.COM – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meresmikan pengoperasian pasar wadai di area parkir GOR Segiri pada Jumat (20/2/2026). Beliau melakukan Pembukaan Simbolik Wisbel (Wisata Belanja) Ramadan 2026 dengan menabuh beduk sebanyak tiga kali. Meskipun para pedagang sudah mulai berjualan sejak sehari sebelumnya, acara seremonial ini menjadi penanda resmi dimulainya agenda tahunan tersebut bagi masyarakat Kota Tepian.

Pemerintah Kota Samarinda tetap memilih kawasan GOR Segiri sebagai lokasi utama karena nilai historisnya yang kuat bagi warga lokal. Lokasi ini telah menjadi pusat aktivitas ekonomi musiman selama puluhan tahun setiap bulan suci tiba. Melalui Pembukaan Simbolik Wisbel ini, pemerintah berupaya memfasilitasi kebutuhan warga akan menu berbuka puasa sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha mikro.

Makna Historis dalam Pembukaan Simbolik Wisbel di GOR Segiri

Andi Harun menjelaskan bahwa keberadaan pasar Ramadan di GOR Segiri memiliki kaitan erat dengan identitas kota. Beliau menyebut tempat ini sebagai titik pertemuan masyarakat yang sulit tergantikan oleh lokasi lain di Samarinda. Hal ini menjadi alasan utama mengapa pemerintah daerah terus mempertahankan tradisi ini meskipun banyak pusat perbelanjaan modern mulai bermunculan.

“Kawasan GOR ini sudah menjadi bagian dari cerita Ramadan di Samarinda. Kita tidak bisa menghapus catatan sejarah bahwa setiap tahun masyarakat berkumpul di sini,” ujar Andi Harun saat memberikan sambutan.

Andi Harun menilai bahwa menjaga keberlangsungan pasar ini sama saja dengan merawat warisan budaya lokal yang sudah ada sejak lama.

Dalam proses Pembukaan Simbolik Wisbel tersebut, terlihat antusiasme warga yang mulai memadati area lapak. Pemerintah kota memandang bahwa pasar ini berfungsi sebagai penguat silaturahim antarwarga. Masyarakat datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk berinteraksi dan menikmati suasana sore menjelang waktu berbuka puasa di pusat kota.

Implementasi Transaksi Digital Setelah Pembukaan Simbolik Wisbel

Pada tahun ini, Pemerintah Kota Samarinda memberikan perhatian khusus pada sistem pembayaran. Andi Harun mendorong seluruh pedagang dan pembeli untuk mulai membiasakan diri dengan transaksi non-tunai. Beliau menganggap momentum Pembukaan Simbolik Wisbel 2026 sebagai sarana edukasi yang tepat untuk mengenalkan teknologi finansial kepada masyarakat luas.

Transformasi digital ini merupakan langkah antisipasi pemerintah dalam menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat secara global. Menurut Andi Harun, penggunaan pembayaran elektronik memberikan banyak keuntungan, mulai dari transparansi hingga faktor keamanan bagi pedagang. Melalui kerja sama dengan pihak perbankan, hampir seluruh lapak kini menyediakan layanan pembayaran berbasis kode respons cepat (QRIS).

“Kita melihat bahwa transaksi digital kini menjadi standar global yang tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, momen pasar Ramadhan ini menjadi sarana belajar bagi warga agar terbiasa dengan sistem pembayaran modern,” tambah Andi Harun. Beliau berharap masyarakat Samarinda mampu beradaptasi dengan cepat sehingga tidak tertinggal oleh kemajuan sistem ekonomi di kota-kota besar lainnya.

BERITA LAINNYA :  Samarinda Cetak Sejarah Baru, Masuk Tiga Besar Kota Maju di Luar Jawa

Peran Pelaku UMKM dalam Mengisi Wisata Belanja Ramadhan

Sekitar 150 pelaku usaha kuliner ikut serta mengisi lapak-lapak yang tersedia di halaman GOR Segiri tahun ini. Para pedagang ini telah melewati proses verifikasi dan mendapatkan izin operasional dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda. Penataan lapak yang teratur bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung saat berjalan kaki memilih menu takjil.

Sejak Pembukaan Simbolik Wisbel selesai terlaksana, para pedagang mulai menawarkan beragam jenis makanan. Mulai dari kue-kue tradisional khas Kalimantan Timur hingga hidangan berat tersedia dengan harga yang bervariasi. Kehadiran pasar ini memberikan peluang pendapatan tambahan yang signifikan bagi para pelaku UMKM selama satu bulan penuh.

Pemerintah kota juga mengimbau para pedagang untuk selalu menjaga kualitas dan kebersihan makanan yang mereka jual. Standar kesehatan menjadi prioritas utama agar masyarakat merasa aman saat mengonsumsi produk kuliner dari pasar ini. Pengawasan secara berkala akan dilakukan oleh instansi terkait untuk memastikan semua aturan operasional berjalan sesuai rencana.

Pengaturan Lalu Lintas dan Kenyamanan Pengunjung

Seiring dengan meningkatnya volume kendaraan di sekitar GOR Segiri, pemerintah kota telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas. Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP bersiaga di beberapa titik untuk mencegah terjadinya kemacetan parah. Hal ini menjadi bagian penting dari kesuksesan agenda Pembukaan Simbolik Wisbel agar tidak mengganggu aktivitas warga lainnya.

Kenyamanan pengunjung menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan tahun ini. Pemerintah menyediakan kantong parkir yang lebih tertata dan fasilitas pendukung seperti tempat sampah di berbagai sudut. Andi Harun berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan petugas untuk menjaga ketertiban selama berada di area pasar.

Keberhasilan penyelenggaraan pasar Ramadhan tahun ini akan menjadi tolok ukur bagi pelaksanaan agenda serupa di masa depan. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, GOR Segiri akan terus menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif. Pembukaan Simbolik Wisbel ini menjadi langkah awal yang positif dalam menyambut bulan suci dengan semangat kemandirian ekonomi.

Seiring lampu-lampu lapak yang mulai menyala di sore hari, suasana hangat di GOR Segiri semakin terasa. Warga mulai mengantre dengan tertib di depan lapak pedagang pilihan mereka. Dinamika sosial dan ekonomi yang terjadi di sini membuktikan bahwa tradisi lokal tetap memiliki daya tarik yang kuat jika dikelola dengan manajemen yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

(Redaksi)